Desakan Hasan Basori Mundur Terus Bergulir, Kader Sebut 'Mualaf' di PKB Kabupaten Cirebon
Hasan Basori terus didesak mundur. Bahkan, sejumalh kader senior DPC PKB Kabupaten Cirebon menyebutnya 'mualaf'.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Cirebon - Hasan Basori memilih diam atas statement yang disampaikan beberapa kader senior dan beberapa kader PKB Kabupaten Cirebon yang masuk dalam kepengurusan.
Ketua DPC PKB Kabupaten Cirebon itu dituntut mundur. Desakan pun semakin menguat agar Hasan Basori turun tahta. Bahkan, kritik terhadap kepemimpinan Hasar Basori di DPC PKB Kabupaten Cirebon muncul lagi.
Kali ini, dari kader senior PKB yang dulu pernah masuk struktural DPC PKB Kabupaten Cirebon selama 15 tahun, Nuroji. DIa menyebutkan, Hasan Basori merupakan adalah seorang 'mualaf' di partainya, sehingga tidak mengerti adat-istiadat yang ada di PKB.
Baca Juga: Dianggap Tak Becus, Kader Senior Desak Hasan Basori Mundur dari Ketua DPC PKB Kabupaten CIrebon
"Saya melihat kepemimpinan Hasan Basoei, itu 'mualaf'. Saya menganalogikan dia itu orang tidak pernah mesantren, tetapi tiba-tiba mengajar bahkan memimpin pesantren. Sehingga adat istiadat dan tabiatnya tidak sesuai dengan kebiasaan yang dulu dilakukan para pendahulu PKB," ungkap Nuroji, Kamis 31Maret 2022.
Bahkan, ia menilai Hasan Basori selama ini tidak dekat dengan para kyai. Kalau pun ada, hanya kyai tertentu saja, namun kyai-kyai dengan istilah kyai kampung tidak didekati. Justru harusnya, kyai kampung harus didekati, karena basis suara itu ada di kiai kampung.
"Bagaimana melakukan konsolidasi, komunikasi politik pun saya lihat tidak dilakukan di periode HB sekarang ini," ungkapnya.
Baca Juga: Hasan Basori Ketua DPC PKB Kabpaten Cirebon, M Luthfi Tumbang
Terkait pergantian DPAC, yang dalihnya atas dasar instruksi DPW dan DPP, bukan berarti melupakan atau mengabaikan mekanisme yang harusnya ditempuh. Imbasnya, saat ada kelompok-kelompok yang merasa tidak dihargai atau eks pengurus tidak dimanusiakan.
"Ini jangan sampai terjadi. Kalau pun harus dilakukan restrukturisasi, mekanismenya ditempuh. Yang terjadi kan akhirnya DPAC kaget. Karena restrukturisasi ini hanya dilakukan sepihak. Mereka emosi, tidak terima dengan perlakuan seperti itu. Akibat mekanisme pergantiannya ya tadi tidak ditempuh," paparnya.
Lantaran banyak DPAC yang mengatakan, mereka tidak tahu-menahu soal restrukturisasi tersebut. Tetiba, mereka diganti oleh DPC PKB Kabupaten Cirebon.
Baca Juga: Tradisi Ramadhan Ketua DPC PKB Bandung Erwin, Reuni Teman Lama Sekalian Bukber
"Artinya mereka tidak melakukan mekanisme yang telah diatur oleh AD/ART partai. Seperti melakukan rapat pleno terlebih dahulu," ungkapnya.
Nuroji menambahkan, mencuatnya kritik-kritik pedas terhadap kepemimpinan HB di DPC PKB Kabupaten Cirebon, imbas dari adanya perubahan aturan dalam musyawarah cabang (Muscab) sebelumnya. Artinya, tidak sesuai dengan AD/ART partainya yang dulu. (Maman Suharman)
Editor : inilahkoran


