Duh.. 7.000 Warga Garut Alami Katarak, RSM Cicendo Segera Buka Pelayanan

Sebanyak 7.000 warga Kabupaten Garut mengalami penyakit mata katarak yang mesti segera mendapatkan penanganan.

Duh.. 7.000 Warga Garut Alami Katarak,  RSM Cicendo Segera Buka Pelayanan
sekitar 7.000 ribu warga di Kabupaten Garut mengalami penyakit mata katarak yang mesti segera mendapatkan penanganan.


INILAHKORAN, Garut- Sebanyak 7.000 warga Kabupaten Garut mengalami penyakit mata katarak yang mesti segera mendapatkan penanganan.

Guna menangani banyaknya kasus mata termasuk katarak, Pemkab Garut akan bekerja sama dengan Rumah Sait Mata (RSM) Cicendo Bandung. RSM Cicendo pun siap membuka kantor pelayanannya di Kabupaten Garut.

Hal itu dikemukakan Bupati Garut Rudy Gunawan pada Bakti Sosial Operasi Katarak Bagi Seratus Warga Garut dalam rangka Hari Bakti Adhiyaksa ke-62 digelar Kejaksaan Negeri (Kejari) Garut kerja sama Kejaksaan Tinggi (Kejati) Provinsi Jawa Barat, Selasa (12/7/2022).

Baca Juga: Libur Iduladha, Pengguna Kereta Api Jarak Jauh Naik 46 Persen

Pelaksanaan operasi katarak bagi seratus warga penderita katarak sendiri dipusatkan di Klinik Baiturrahman Jalan Merdeka.

"Orang-orang yang sekarang harus dioperasi 7.000 orang. Iya 7000 lah yah !. Nah, yang karena kami kalau mengadakan itu dari yang pendaftar itu banyak. Kemarin, di (RS) Medina oleh Pengadilan Negeri 400 ya, Nah, sekarang seratus. Nah, kita cicil aja lah ya," kata Rudy.

Menurutnya, pihaknya akan terus mencoba melakukan operasi katarak secara bertahap bagi para penderita katarak itu. Bahkan, untuk mempermudah pelayanan kesehatan mata bagi masyarakat Garut maka Pemkab Garut akan melakukan kerja sama dengan RSM Cicendo.

Baca Juga: Spoiler Eve Episode 13: Seo Eun Pyung Beri Peringatan Halus, Lee Ra El dapat Dukungan Baru

Rumah sakit tersebut nantinya akan membuka kantor pelayanannya di Garut dengan menyediakan alat-alat dan manajemennya. Sedangkan Pemkab Garut menydiakan lahannya seluas 800 meter persegi untuk digunakan RSM Cicendo.

Rencananya, tempat pelayanan RSM Cicendo tersebut dibangun di kawasan Jalan Patriot Kecamatan Tarogong Kidul.

Menurut Kepala Kejati Jabar Asep N Mulyana, Garut dipilih sebagai lokasi pelaksanaan baksos operasi katarak karena berdasarkan data dari RSM Cicendo, angka penderita katarak di Priangan Timur cukup tinggi.

Baca Juga: Lirik Lagu Sydney Rose Cutting Corners

Senada dikemukakan Kepala Kejari Garut Neva Sari Susanti. Baksos Operasi Katarak dilaksanakan di Garut merupakan ide dari Kepala Kejati Jabar yang menginginkan satu bakti sosial yang bisa langsung mengena masyarakat.

"Garut itu salah satu tingkat tertinggi katarak atau masyarakat yang menderita katarak. Jadi kegiatan baksos ini memang dikhususkan untuk operasi katarak tersebut," katanya.

Pelaksana Teknis Direktur Utama RSM Cicendo Irayanti mengatakan,  pengembangan klinik mata di Garut merupakan salah satu jawaban terhadap tantangan dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI berkaitan pelayanan mata di Jawa Barat masih ada jarak.

Baca Juga: Mantap, BUMD Jasa Medivest Peroleh Laba Hingga Rp11,62 miliar

"Di Garut ini juga cukup banyak penyakit-penyakit matanya. Makanya kita melalui fibility study kita, kita memilih yang pertama adalah Garut. Nah kemudian Pak Kajati juga menawarkan untuk Priangan Timur daerah Tasik. Kita akan selalu konsultasi dengan Kementerian Kesehatan," ujarnya.

Sebelum menjalani operasi, para pasien sebelumnya discreening terlebih dahulu menyangkut tanda-tanda vital pasien. Antara lain tekanan darah, keadaan mata, gula darah, dan swab antigen.

Menurut salah satu dokter yang melakukan screening, Dety Nur Rachmawati, penyebab katarak paling utama biasanya akibat faktor usia. Namun bisa juga berhubungan dengan penyakit diabetes melitus ataupun kencing manis dan penyakit hipertensi atau darah tinggi.

Baca Juga: 78 Mesin ADM di Kabupaten Bandung Masih Belum Bisa Cetak KTP Elektronik, Ini Alasannya...

"Terdapat kekeruhan pada lensa (mata) itu yang diakibatkan oleh penyakit DM atau penyakit hipertensi yang bisa menyebabkan gangguan penglihatan,  bahkan sampai terjadi kebutaan pada pasien," ujarnya.(zainulmukhtar)***

 


Editor : inilahkoran