Kecepatan Internet Desa Dikeluhkan, DPMD Kabupaten Cirebon Mengaku Anggaran Terbatas

Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa atau DPMD Kabupaten Cirebon menjawab keluhan aparat desa soal kecepatan Internet Desa.

Kecepatan Internet Desa Dikeluhkan, DPMD Kabupaten Cirebon Mengaku Anggaran Terbatas
Kabid Pemdes DPMD Kabupaten Cirebon Aditya Arif Maulana mengatakan, aparat desa mengeluhkan kecepatan Internet Desa itu hanya 2 Mbps. Namun, dia menyebutkan kecepatannya mencapai 3 Mbps.

INILAHKORAN, Cirebon - Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa atau DPMD Kabupaten Cirebon menjawab keluhan aparat desa soal kecepatan Internet Desa.

Kabid Pemdes DPMD Kabupaten Cirebon Aditya Arif Maulana mengatakan, aparat desa mengeluhkan kecepatan Internet Desa itu hanya 2 Mbps. Namun, dia menyebutkan kecepatannya mencapai 3 Mbps.

“Kecepatan Internet Desa yang digunakan setiap desa adalah 3 Mbps. Bukan 2 Mbps yang dikeluhkan aparat desa. Meski demikian, DPMD Kabupaten Cirebon menilai memang kecepatan itu perlu ditingkatkan lagi,” kata Aditya, Senin 18 Juli 2022.

Baca Juga: Tersangka Kasus Penyelundupan LPG Subsidi di Subang Bertambah

Menurutnya, DPMD Kabupaten Cirebon sepakat jika kecepatan Internet Desa ditingkatkan. Hanya saja, harus dibicarakan dengan providernya, yakni Astinet. Selain itu, untuk meningkatkan kecepatan internet tersebut, pihaknya masih terkendala anggaran.

Adit nenyebut, kecepatan 3 Mbps yang disediakan provider Astinet Telkom tersebut, peruntukannya memang hanya bagi perkantoran saja. Penggunaannya hanya untuk mengupload siskeudes, dokumen dan lainnya.

"Akan jadi masalah ketika digunakan untuk entertainment karena kapasitas yang diperlukan juga lebih besar," ujar Adit.

Baca Juga: Duh Aksi Pelecehan Terjadi Lagi di KRL, KAI Commuter Ambil Langkah Hukum

Ia menjelaskan, banyak faktor yang menyebabkan lemotnya internet desa. Selain penggunanya terbatas, penyebab lainnya adalah spec laptop lama atau jadul juga berpengaruh pada kecepatan internet desa.

"Kendati demikian, kelebihan Internet Desa dari Astinet adalah keamanan datanya terjamin karena menggunakan IP statik. Astinet sudah fiber optik dan itu jaringan tercepat," ucapnya.

Baca Juga: XL Prioritas Hadirkan Prio Pass Gratis Roaming di Malaysia dan Singapura

Adit meminta, Kalau penggunaannya ditambah dengan hiburan, game dan lainnya, maka pihak Pemdes harus memasang provider lain yang kecepatannya bisa mencapai 30 sampai 50 mbps. Hanya saja, karena menggunakan IP dinamis, sehingga dipastikan banyak kelemahan. Bahkan, keamanan datanya juga tidak akan terjamin.

Disinggung kemungkinan penambahan kapasitas, Adit mengaku setuju dengan upaya tersebut. Namun untuk peningkatan kapasitas dari 3 mbps hingga mencapai batas yang diinginkan, masih terkendala anggaran. (Maman Suharman)


Editor : inilahkoran