Ribuan Siswa di Jabar Terancam Gagal SNPMB 2025 Gegara Suka Tunda Isi PPDS
Total, ribuan siswa di Jabar terancam gagal SNPMB 2025 (Seleksi Nasional Penerimaan Mahasiswa Baru). Mereka berasal dari 108 sekolah yang terlambat melakukan finalisasi Pangkalan Data Sekolah dan Siswa (PDSS).
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Bandung - Total, ribuan siswa di Jabar terancam gagal SNPMB 2025 (Seleksi Nasional Penerimaan Mahasiswa Baru). Mereka berasal dari 108 sekolah yang terlambat melakukan finalisasi Pangkalan Data Sekolah dan Siswa (PDSS).
Finalisasi PPDS menjadi salah satu syarat wajib agar siswa bisa mengikuti SNPMB. Lantaran terlambat, setidaknya ribuan siswa di Jabar terancam gagal SNPMB 2025.
Kepala Bidang SMA Dinas Pendidikan Jabar Awan Suparwana menyebut, masalah yang dialami ribuan siswa di Jabar terancam gagal SNPMB 2025 itu disebabkan karena kelalaian pihak sekolah yang menunda-nunda proses finalisasi PPDS.
Awan mengaku prihatin, dengan munculnya masalah yang disebabkan karena kelalaian sekolah. Hal itu kata dia seharusnya tidak terjadi jika sekolah memproses PPDS sejak awal.
"Karena ada faktor kelalaian, ada faktor menunda-nunda pekerjaan yang mestinya itu dikerjakan di awal sehingga apabila ada kendala teknis apapun itu bisa terselesaikan dan tertangani tidak pada batas waktu akhir," kata Awan, Jumat 7 Februari 2025.
Menurutnya, proses finalisasi PPDS sudah dijadwalkan jauh-jauh hari sejak 6-31 Januari 2025. Jika sekolah melakukannya di periode tersebut, Awan meyakini masalah siswa yang terancam tak bisa mendaftar SNPMB tidak akan terjadi.
"Memang ada beberapa faktor ya misalkan faktor tenaga operator, kemudian ada yang menyampaikan kendala internet dan lain-lain. Tapi pada intinya pengisian PDSS diberikan waktu sejak 6-31 Januari 2025. Artinya seandainya dikerjakan di awal itu kan bisa terdeteksi," ucapnya.
"Kami mendapat laporan kronologis di lapangan, hanya memang ada faktor menunda-nunda pekerjaan intinya," sambungnya.
Saat ini Disdik Jabar kata Awan, sedang menginventarisir sekolah yang terlambat melakukan finalisasi PPDS. Dia menyebut sekolah bisa saja diberikan sanksi jika terbukti melakukan kelalaian.
"Kita sedang menginventarisir dan itu kewenangan pimpinan yang nanti akan mengevaluasi. Mungkin diberikan sanksi seusai dengan skala kelalaiannya, tapi itu ranah pimpinan," tutup Awan.
Diketahui, masalah terkait siswa yang terancam tak bisa mendaftar SNBP terjadi di sejumlah wilayah di Jabar seperti di Kota Cirebon, Kabupaten Karawang hingga Kabupaten Bandung.
Editor : Doni Ramdhani


