Ribuan Warga Flores Menunggu Bantuan Usai Gempa M7,7, 68 Orang Tewas

Ribuan warga Flores masih menunggu bantuan usai gempa M7,7. Sebanyak 68 orang meninggal, 213 terluka, dan 19 ribu warga mengungsi.

Ribuan Warga Flores Menunggu Bantuan Usai Gempa M7,7, 68 Orang Tewas
istimewa

INILAHKORAN.ID-Ribuan warga di Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), masih menunggu bantuan setelah gempa berkekuatan magnitudo 7,7 mengguncang wilayah tersebut pada Sabtu (15/8/2026).

Hingga Senin (17/8/2026), sedikitnya 68 orang meninggal dunia, 213 orang terluka, dan sekitar 19 ribu warga mengungsi akibat bencana tersebut. Gempa terjadi saat Indonesia tengah memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Dampak gempa juga menyebabkan lebih dari 4.500 rumah mengalami kerusakan. Selain itu, sebanyak 122 fasilitas kesehatan, 252 sekolah, dan 84 tempat ibadah turut terdampak.

Sejumlah warga masih bertahan di tenda-tenda darurat karena khawatir terhadap kemungkinan gempa susulan. Di Reo, Kabupaten Manggarai, warga menyebut kebutuhan makanan, air bersih, dan obat-obatan masih menjadi kebutuhan mendesak.

Lebih dari 1.800 Personel Dikerahkan

Pemerintah mengerahkan lebih dari 1.800 personel TNI dan Polri untuk membantu proses evakuasi, pencarian korban, penyaluran bantuan, hingga penanganan masyarakat terdampak.

Operasi kemanusiaan tersebut juga didukung 10 pesawat dan sejumlah kapal untuk mempercepat pengiriman bantuan ke berbagai wilayah yang sulit dijangkau melalui jalur darat.

Lebih dari 100 ton bantuan darurat telah disalurkan. Bantuan tersebut mencakup paket makanan, obat-obatan, pakaian, hingga fasilitas rumah sakit lapangan.

Namun, distribusi bantuan masih menghadapi sejumlah kendala. Kerusakan jalan dan material longsor membuat akses menuju beberapa wilayah terdampak menjadi sulit.

Bantuan Sulit Menjangkau Pulau Palue

Salah satu wilayah yang mengalami kendala akses adalah Pulau Palue, yang berada dekat dengan pusat gempa.

Tim bantuan baru berhasil mencapai wilayah tersebut setelah menempuh perjalanan melalui jalur darat dan laut dalam kondisi yang cukup sulit.

Berdasarkan pendataan awal, hampir 150 rumah mengalami kerusakan atau hancur. Selain itu, satu orang dilaporkan meninggal dunia dan dua lainnya mengalami luka serius.

Kondisi tersebut membuat kebutuhan terhadap bantuan darurat di Pulau Palue menjadi cukup tinggi. Warga membutuhkan berbagai kebutuhan dasar, termasuk makanan, air bersih, obat-obatan, serta tempat tinggal sementara.

Peringatan HUT RI Berlangsung dalam Suasana Duka

Di tengah bencana yang melanda Flores, upacara peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI tetap berlangsung di Jakarta.

Presiden Prabowo Subianto mengajak masyarakat untuk mendoakan para korban bencana di NTT serta sejumlah daerah lainnya yang turut mengalami musibah.

Namun, suasana peringatan kemerdekaan di sejumlah wilayah Flores berlangsung berbeda. Banyak warga masih berada dalam suasana duka dan harus berjuang memenuhi kebutuhan dasar setelah rumah serta fasilitas umum terdampak gempa.

Peringatan kemerdekaan tahun ini pun menjadi momentum untuk memperkuat solidaritas dan kepedulian terhadap masyarakat yang sedang menghadapi bencana.

BNPB Perkuat Penanganan Darurat

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) bersama TNI, Polri, pemerintah daerah dan berbagai unsur terkait terus memperkuat penanganan darurat.

Pengerahan personel dan sarana transportasi dilakukan untuk mempercepat distribusi bantuan sekaligus menjangkau daerah yang aksesnya terputus.

Pendataan korban, kerusakan bangunan, kebutuhan masyarakat, serta proses pencarian dan evakuasi juga terus dilakukan sebagai dasar menentukan langkah penanganan berikutnya.

Pemerintah diharapkan dapat mempercepat distribusi bantuan ke wilayah-wilayah yang masih terisolasi sehingga kebutuhan dasar masyarakat terdampak gempa Flores dapat segera terpenuhi.***


Editor : JakaPermana