Ricuh di Kebun Teh Pangalengan, Polisi Selidiki Dugaan Perusakan dan Penganiayaan
Polresta Bandung menyelidiki dugaan perusakan tanaman teh produktif PTPN I di Pangalengan dan laporan dugaan penganiayaan dari kedua belah pihak.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID– Polresta Bandung menyelidiki kasus dugaan perusakan tanaman teh produktif milik PTPN I Regional 2 di Kecamatan Pangalengan, Kabupaten Bandung. Polisi juga mendalami laporan dugaan penganiayaan yang diajukan kedua belah pihak setelah insiden tersebut berujung ricuh.
Kapolresta Bandung Kombes Pol Tri Suhartanto mengatakan, pihaknya telah menerima laporan terkait dugaan perusakan tanaman teh di Afdeling Kertamanah, tepatnya di Blok Cijeumpe 2. Selain laporan dari pihak perkebunan, polisi juga menerima laporan warga terkait dugaan pemukulan oleh pegawai perkebunan.
“Sudah diamankan di Polsek Pangalengan dan dari kedua belah pihak sama-sama membuat laporan di Polsek Pangalengan dan Polresta Bandung. Setelah mendapatkan laporan dari kedua belah pihak ini tentu kami menindaklanjuti pengaduan dari kedua pihak ini secara profesional,” kata Tri di Mapolresta Bandung, Soreang, Kamis (29/10/2026).
Tri menegaskan, kepolisian akan menindaklanjuti laporan dari kedua belah pihak secara profesional. Polisi juga berupaya mempertemukan pihak-pihak yang terlibat untuk mencari penyelesaian agar persoalan tersebut tidak berkembang menjadi konflik yang lebih luas.
Menurutnya, dugaan miskomunikasi dan misinformasi menjadi salah satu hal yang perlu diluruskan melalui pertemuan bersama.
“Karena ini miskomunikasi dan misinformasi juga. Semua pihak terkait harus duduk bersama. Insyaallah akan kami lakukan secepatnya untuk mencari jalan keluarnya. Ini kita akan cari solusi, jangan cari masalah karena masalahnya sudah ada, yang kita cari bagaimana menyelesaikan masalahnya,” ujarnya.
Polisi Tetap Dalami Laporan Kedua Pihak
Meski membuka peluang penyelesaian secara kekeluargaan, Tri memastikan proses penanganan laporan tetap berjalan. Kepolisian bersama pihak terkait akan melakukan investigasi untuk mengungkap dugaan perusakan tanaman teh maupun dugaan penganiayaan yang dilaporkan kedua belah pihak.
Ia berharap seluruh pihak dapat menahan diri dan menjaga situasi keamanan di Pangalengan tetap kondusif selama proses penanganan berlangsung.
“Sampai dengan saat ini alhamdulillah kondisi di Pangalengan aman dan kondusif. Kedua belah pihak sama-sama berkomitmen untuk menjaga harkat dan martabatnya,” katanya.
Insiden Kebun Teh Pangalengan Berujung Ricuh
Sebelumnya, dugaan perusakan tanaman teh produktif milik PTPN I Regional 2 di Kecamatan Pangalengan kembali terjadi pada Rabu (28/10/2026). Aksi yang diduga melibatkan puluhan orang itu berujung ricuh.
Asisten Afdeling Kertamanah, Sadida, dilaporkan mengalami luka memar akibat dugaan penganiayaan dalam insiden tersebut. Massa juga diduga melakukan intimidasi terhadap petugas perkebunan yang berupaya mengamankan orang-orang yang dicurigai terlibat dalam perusakan.
Situasi semakin memanas ketika kendaraan yang digunakan untuk membawa sembilan orang terduga pelaku menuju kantor polisi dihadang dan dirusak.
Kini, kepolisian masih mendalami laporan dari kedua belah pihak untuk mengungkap rangkaian kejadian tersebut. Penanganan perkara diharapkan dapat memberikan kejelasan atas dugaan tindak pidana yang dilaporkan sekaligus mencegah konflik antara warga dan pihak perkebunan berlarut-larut.***
Editor : JakaPermana

