Amalan Ramadhan, Cara Cepat Bertaubat dan Melupakan Dosa Masa Lalu, Buya Yahya: Ibarat Fungsi 2 Sayap

Amalan Ramadhan, Buya Yahya menjelaskan tentang cara cepat bertaubat dan melupakan dosa masa lalu yang kita alami.

Amalan Ramadhan, Cara Cepat Bertaubat dan Melupakan Dosa Masa Lalu, Buya Yahya: Ibarat Fungsi 2 Sayap
Buya Yahya menjelaskan tentang cara cepat bertaubat.

INILAHORAN, Bandung - Semua manusia yang Allah ciptakan pasti memiliki masa lalu yang sulit dijalani hingga akhirnya berhasil melalui.

Kesempatan besar memohon ampun atas dosa masa lalu berada di bulan Ramadhan ini.

Cara cepat bisa bertaubat dan melupakan masa lalu tepat sekali dilakukan di bulan penuh ampunan, Ramadhan.

Baca Juga: Dalil Tentang Nuzulul Quran di Bulan Ramadhan

Manusia yang benar beriman kepada Allah akan yakin bisa melewati ujian tersebut. Tapi tidak bagi yang kurang beriman.

Di masa-masa sulit tersebut, Allah SWT juga terkadang memberikan kerikil ujian untuk melihat seberapa kuat iman kita.

Malah akan lari pada perbuatan dosa yang jelas dilarang oleh Allah, kata Buya Yahya dalam Al-Bahjah TV.

Lalu Buya memberikan amalan Ramadhan, cara agar bisa cepat bertaubat dan melupakan masa lalu yang diselimuti dosa tersebut.

Baca Juga: Amalan Ramadhan, Batasan Masbuk dalam Sholat, Buya Yahya: Jangan Sengaja Menunggu Imam Berdiri

“Taubat ibarat 2 sayap dalam Islam yang masing-masing punya fungsi baik,” jelas Buya Yahya.

Fungsi sayap pertama sebagai sikap kita terhadap usaha untuk taubat di jalan Allah dan sungguh-sungguh dalam taubatnya.

Sedangkan sayap kedua adalah untuk menaruh harapan serta kepercayaan terhadap Allah bahwa dosa kita di masa lalu sudah diampuni.

“Karena Allah menjamin semua dosa diampuni jika benar taubatnya,” lanjutnya.

Amalan Ramadhan, cara bertaubat dari dosa dan melupakan masa lalu, cukup ingat dua cara tersebut yang juga harus ditanamkan dalam hati dari diri setiap hari.

Baca Juga: Hadist Masbuk dalam Sholat, Ikuti Saja Gerakan Imam

Akan tetapi, rasa takut pun tidak selalu berdampak negatif. Jadikan itu menjadi pengingat diri akan mati, yang berakibat pada rasa takut melakukan kemaksiatan lagi.***(Lia Kamilah)


Editor : inilahkoran