Membaca Al-Quran Hanya Terjemahannya Saja, Apakah Boleh? Begini Jawaban Ustadz Adi Hidayat
Ustadz Adi Hidayat menjelaskan bahwa Al-Quran diciptakan menggunakan Bahasa Arab dengan tujuan menyesuaikan objek dakwah Nabi Muhammad SAW.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Bandung- Membaca Al-Quran merupakan salah satu amalan ibadah yang sangat mulia dan disenangi oleh Allah SWT.
Bagaimana tidak? Karena di dalam Al-Quran terdapat banyak sekali ayat yang mengandung makna baik dan dijadikan pedoman hidup manusia.
Namun masih banyak yang belum fasih dalam membaca Al-Quran dan memilih membaca terjemahannya saja. Apakah boleh?
Baca Juga: Sekolah Setingkat SMA Dibandung Sambut Baik Imbauan Study Tour Oleh Kadisdik Jabar
Dalam Youtube Adi Hidayat Official, Ustadz Adi Hidayat menjelaskan bahwa Al-Quran diciptakan menggunakan Bahasa Arab dengan tujuan menyesuaikan objek dakwah Nabi Muhammad SAW.
“Artinya ada tujuan yang baik. Namun bangsa Arab saat itu juga tidak bisa membacanya,” jelas Ustadz Adi Hidayat.
Maka membaca terjemahan Al-Qurannya saja sudah diperbolehkan. Namun lebih baik menurutnya sambil dipelajari juga tata cara membacanya arabnya.
Baca Juga: Ha Yeon Soo Dirumorkan Pensiun dari Industri Hiburan, Mantan Agensi Beri Tanggapan
Karena akan lebih besar pahala orang yang belajar sambil mempraktekan bacaan Al-Quran daripada yang sudah fasih membacanya.
“Pahalanya bisa double itu, belajar perlahan saja makhorijul hurufnya,” lanjutnya.
Membaca Al-Quran hanya terjemahannya saja diperbolehkan dengan syarat keterbatasan membaca bahasa Arab, tidak boleh sengaja dilakukan.***(Lia Kamilah)
Editor : inilahkoran


