Hukum Memilih Imam Seorang Pemabuk, Buya Yahya: Baik Imamnya, Baik Pula Sholatnya!
Buya Yahya menjelaskan tentang hukum memilih imam dalam sholat. Apakah boleh memilih imam seorang pemabuk?
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Bandung- Dalam keutamaan sholat berjamaah terdapat beberapa kemuliaan, di antaranya adalah pahala 27 kali lipat daripada sholat sendirian.
Akan tetapi, ternyata dalam sholat berjamaah ada kriteria khusus dalam memilih imam dalam sholat supaya sah dan tidak menimbulkan dosa.
Lalu bagaimana hukumnya memilih imam seorang pemabuk?
Baca Juga: Hukum Makan Telur Ayam yang Cangkangnya Masih Ada Kotoran, Buya Yahya: Ikuti Cara Ini Jika Was-Was
Dijelaskan dalam Youtube Al-Bahjah TV bahwa keutamaan sholat berjamaah juga harus melihat pada siapa yang menjadi imam.
“Baik imamnya, baik pula sholatnya,” jelas Buya Yahya.
Maka hukum memilih imam seorang pemabuk adalah kesalahan besar menurut Buya.
Baca Juga: Nikmati Wisata Edukasi dan Simfoni Alam di D'Leuwi Panawuan Garut
Karena alkohol dalam Islam diharamkan, lalu kita sengaja bermakmum pada imam yang jelas adalah pendosa.
Hal tersebut menjadikan sholat tidak ada dalam kekhusyukan dan berpotensi tidak sah, sebelum imam tersebut taubat.
“Perilakunya saja sudah tidak baik, gak bisa jadi pemimpin sholat,” lanjutnya.
Agama Islam bahkan Allah SWT pun tidak pernah memandang beda derajat hambaNya jika bukan dilihat dari betapa sholeh amalannya.
Baca Juga: Heboh Warga Batutulis Bogor Selatan Temukan Ganja di Bawah Bangku Cor, Polisi Langsung Amankan
Pemabuk menjadi imam sholat berjamaah merupakan kesalahan yang tidak bisa ditolerir. Karena memilih imam dalam sholat perlu kriteria yang baik.***(Lia Kamilah)
Editor : inilahkoran


