Syariat dan Syarat Hewan Kurban
Qurban (kurban) berasal dari bahasa Arab, qaruba, yaqrabu, qurban (dekat), yakni mendekatkan diri kepada Allah swt dengan cara menyembelih.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Bandung - Qurban (kurban) berasal dari bahasa Arab, qaruba, yaqrabu, qurban (dekat), yakni mendekatkan diri kepada Allah swt dengan cara menyembelih hewan kurban.
Demikian diartikan al-udh’hiyah (hewan sembelihan), berupa unta (usia 5 tahun), sapi (2 tahun), kambing (2 tahun) atau kibas dan domba (1 tahun atau sesudah lepas giginya/6 bulan), dan disembelih pada hari raya Idul Adha dan hari tasyri’ (11, 12, dan 13)
Hukum kurban adalah sunah muakkadah/wajib:
عÙÙÙ Ø£ÙØ¨ÙÙ ÙÙØ±ÙÙÙØ±Ùة٠ÙÙØ§ÙÙ ÙÙØ§ÙÙ Ø±ÙØ³ÙÙÙ٠اÙÙÙÙÙ٠صÙÙÙÙ٠اÙÙÙÙÙ٠عÙÙÙÙÙÙÙ ÙÙØ³ÙÙÙÙÙ Ù Ù ÙÙÙ ÙÙØ¬ÙØ¯Ù Ø³ÙØ¹Ùة٠ÙÙÙÙÙ Ù ÙÙØ¶ÙØÙÙ ÙÙÙÙØ§ ÙÙÙÙØ±ÙبÙÙÙÙ Ù ÙØµÙÙÙÙØ§ÙÙØ§. Ø±ÙØ§Ù Ø£ØÙ د
Baca Juga: Jungkook Tegaskan BTS Tidak Bubar: Kami Tidak Memiliki Keinginan untuk Bubar
Dari Abu Hurairah berkata: Rasullah saw. bersabda: Barangsiapa yang memiliki keluasan (kesanggupan berqurban) ternyata tidak berkurban maka hendaklah menjauhi tempat salat kami. (HR. Ahmad bin Hanbal)
Binatang yang dikurbankan:
ÙÙÙÙÙÙÙÙ٠أÙÙ ÙÙØ©Ù Ø¬ÙØ¹ÙÙÙÙÙØ§ Ù ÙÙÙØ³ÙÙÙØ§ ÙÙÙÙØ°ÙÙÙØ±ÙÙØ§ اسÙ٠٠اÙÙÙÙÙ٠عÙÙÙÙ Ù ÙØ§ Ø±ÙØ²ÙÙÙÙÙÙ Ù Ù ÙÙ٠بÙÙÙÙÙ ÙØ©Ù اÙÙØ£ÙÙÙØ¹Ùا٠٠ÙÙØ¥ÙÙÙÙÙÙÙ٠٠إÙÙÙÙÙ ÙÙØ§ØÙد٠ÙÙÙÙÙÙ Ø£ÙØ³ÙÙÙÙ ÙÙØ§ ÙÙØ¨ÙØ´ÙÙØ±Ù اÙÙÙ ÙØ®ÙØ¨ÙØªÙÙÙÙ. Ø§ÙØØ¬
Dan bagi tiap-tiap umat telah Kami syariatkan penyembelihan (kurban), supaya mereka menyebut nama Allah terhadap binatang ternak yang telah direzekikan Allah kepada mereka, maka Tuhanmu ialah Tuhan Yang Maha Esa, karena itu berserah dirilah kamu kepada-Nya. Dan berilah kabar gembira kepada orang-orang yang tunduk patuh (kepada Allah).
Baca Juga: Jesse Williams Tampak Asyik dengan Pacarnya Clarra Pardo di Restoran, Lihat Fotonya!
Syarat binatang kurban:
1. matanya tidak buta
2. telinganya tidak terpotong
3. kakinya tidak pincang
4. tanduknya sempurna
5. tidak berpenyakit
6. ekornya tidak terpotong
7. tidak kurus
8. tidak berkudis
9. binatang tidak sedang hamil/menyusui (tidak disepakati)
عÙÙ٠عÙÙÙÙÙÙ Ø±ÙØ¶ÙÙ٠اÙÙÙÙÙ٠عÙÙÙÙÙ ÙÙØ§Ù٠أÙÙ ÙØ±ÙÙÙØ§ Ø±ÙØ³ÙÙÙ٠اÙÙÙÙÙ٠صÙÙÙÙ٠اÙÙÙÙÙ٠عÙÙÙÙÙÙÙ ÙÙØ³ÙÙÙÙ٠٠أÙÙÙ ÙÙØ³ÙØªÙØ´ÙرÙÙ٠اÙÙØ¹ÙÙÙÙÙ ÙÙØ§ÙÙØ£ÙذÙÙÙ ÙÙØ£ÙÙÙ ÙÙØ§ ÙÙØ¶ÙØÙÙÙÙ Ø¨ÙØ¹ÙÙÙØ±Ùاء٠ÙÙÙÙØ§ Ù ÙÙÙØ§Ø¨ÙÙÙØ©Ù ÙÙÙÙØ§ Ù ÙØ¯ÙØ§Ø¨ÙØ±Ùة٠ÙÙÙÙØ§ Ø´ÙØ±ÙÙÙØ§Ø¡Ù ÙÙÙÙØ§ Ø®ÙØ±ÙÙÙØ§Ø¡Ù ,ÙÙØ§ ثر٠اء. Ø±ÙØ§Ù Ø£ØÙ د ÙØ§Ùأربعة
Rasul Saw telah memerintahkan kami agar memeriksa mata dan telinga, dan janganlah berkurban dengan binatang yang matanya buta sebelah, telinga bagian muka dan belakang terbelah, atau yang kedua telinganya dilobangi dan yg sudah hilang giginya.***
Editor : inilahkoran


