RLPPD Kota Bandung 2025: IPM Meroket, Fokus Pembenahan Pelayanan Dasar dan Kemiskinan

RLPPD Kota Bandung 2025: IPM naik ke 84,66 & kemiskinan turun jadi 3,78%. Simak capaian kinerja makro, layanan dasar, hingga opini WTP dari BPK di sini.

RLPPD Kota Bandung 2025: IPM Meroket, Fokus Pembenahan Pelayanan Dasar dan Kemiskinan
Gambar Ilustrasi 1: Billboard di pusat Kota Bandung menampilkan ringkasan data makro 2025, menunjukkan tren positif IPM dan penurunan kemiskinan.(Dibuat oleh Gemini AI)

INILAHKORAN.ID – Pemerintah Kota Bandung resmi merilis Ringkasan Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah (RLPPD) Tahun 2025.

Laporan ini memberikan gambaran komprehensif mengenai capaian kinerja makro, realisasi pelayanan dasar, hingga kondisi keuangan daerah sepanjang tahun 2025. Secara umum, Kota Bandung menunjukkan performa positif, terutama pada indikator pembangunan manusia, meski masih dihadapkan pada sejumlah tantangan di sektor pelayanan dasar.

Capaian Kinerja Makro: Kualitas Hidup Meningkat

Salah satu sorotan utama dalam RLPPD 2025 adalah lonjakan drastis pada Indeks Pembangunan Manusia (IPM). IPM Kota Bandung tercatat mencapai angka 84,66, naik signifikan sebesar 1,09% dibandingkan tahun 2024 yang berada di angka 83,75. Angka ini merefleksikan peningkatan kualitas hidup masyarakat Bandung dari sisi kesehatan, pendidikan, dan standar hidup layak.

Selain IPM, indikator makro lainnya juga menunjukkan tren menggembirakan:

Capaian ini merefleksikan keberhasilan berbagai program pembangunan yang melibatkan kolaborasi Pemerintah Kota, Pusat, Swasta, dan masyarakat.

Pelayanan Dasar: Pendidikan dan Kesehatan Menjadi Prioritas

RLPPD 2025 memberikan evaluasi mendalam terhadap Bidang Urusan Pelayanan Dasar, khususnya Pendidikan dan Kesehatan.

Bidang Pendidikan Pemerintah Kota Bandung mengalokasikan anggaran SPM Pendidikan sebesar Rp773 miliar, dengan realisasi mencapai 94,76% (Rp732,5 miliar). Partisipasi anak usia 5-6 tahun dan 7-15 tahun (pendidikan dasar) menunjukkan angka tinggi, masing-masing 91,84% dan 98,07%.

Namun, sektor ini masih menghadapi kendala klasik:

  • Kekurangan Ruang Kelas Negeri (RKB) dibandingkan rasio penduduk usia sekolah.

  • Belum mencukupinya jumlah Guru ASN.

  • Masih adanya lembaga pendidikan masyarakat yang belum terdaftar di Dinas Pendidikan.

Bidang Kesehatan Di sektor kesehatan, serapan anggaran SPM mencapai 86,89% (Rp22,7 miliar). Kota Bandung mencatat pencapaian sempurna (100%) pada berbagai indikator pelayanan, termasuk pelayanan kesehatan ibu hamil, bersalin, bayi baru lahir, serta penderita penyakit kronis seperti hipertensi, diabetes, dan ODJG berat.

Tantangan di sektor kesehatan meliputi:

  • Masalah pencatatan dan pelaporan data ibu hamil yang belum sesuai definisi operasional.

  • SDM Puskesmas yang terbatas untuk menjangkau target sasaran.

  • Kendala teknis pada aplikasi Satu Sehat Indonesia (SSI) untuk skrining anak sekolah yang sering drop.

  • Ketersediaan reagen dan BMHP (Bahan Medis Habis Pakai) yang belum sepenuhnya terpenuhi.

Pekerjaan Umum, Perumahan, dan Tata Ruang

Capaian kinerja Urusan Pekerjaan Umum & Penataan Ruang tahun 2025 dihadapkan pada fluktuasi:

  • Jalan Mantap: Turun tipis menjadi 92,78% dari 95%.

  • Akses Air Minum: Meningkat menjadi 91,74%.

  • Layanan Air Limbah Domestik: Mengalami penurunan dari 93,27% menjadi 84,36%.

Permasalahan yang diidentifikasi meliputi belum terintegrasinya data sanitasi (by name by address), ancaman El Nino pada pasokan air bersih, serta alih fungsi lahan di wilayah tangkapan air.

Di Bidang Perumahan Rakyat, penanganan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) melonjak tajam menjadi 89,37%.

Trantibumlinmas dan Urusan Sosial

Ketentraman, Ketertiban Umum, dan Perlindungan Masyarakat (Trantibumlinmas) menunjukkan kinerja stabil pada penegakan perda. Namun, pelayanan penyelamatan korban kebakaran sedikit turun menjadi 97,19%. Tantangan utama adalah kurangnya personil dengan kompetensi merata.

Urusan Sosial mencatatkan pencapaian 100% pada pemenuhan kebutuhan dasar disabilitas, anak, dan lansia terlantar. Kendala utama adalah masih adanya inclusion dan exclusion error pada data kemiskinan.

Keuangan, Inovasi, dan Hasil Evaluasi Pusat

Realisasi Anggaran 2025 (Unaudited):

  • Pendapatan Daerah: Terealisasi Rp7,20 triliun (95,11%).

  • Belanja Daerah: Terealisasi Rp7,49 triliun (89,37%).

  • Pembiayaan Daerah: Terealisasi sempurna 100%.

Opini BPK & EPPD: Berdasarkan pemeriksaan Laporan Keuangan Tahun 2024, BPK memberikan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP). Namun, hasil EPPD menunjukkan skor kinerja 3,4018 dengan status kinerja sedang.

Inovasi Daerah: Kota Bandung mencatatkan 401 inovasi baru pada tahun 2025. Skor Indeks Inovasi Daerah meningkat menjadi 65,07, menempatkan Kota Bandung dalam kategori Sangat Inovatif.


Editor : inilahkoran

Files