Saat Budaya Menyapa lewat Kepedulian
BUDAYA dan kepedulian berpadu dalam satu perayaan. Milangkala Yayasan Pusaka Ja-Wa-Ra Padjajaran diisi santunan anak yatim dan pengobatan gratis bagi masyarakat
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
Oleh:Dani R Nugraha
Alunan seni tradisi Sunda berpadu dengan tawa anak-anak dan senyum warga yang datang memeriksakan kesehatan. Suasana itu mewarnai Lapang Danalaga, Desa Ciwidey, Kabupaten Bandung, Selasa (4/8), ketika Yayasan Pusaka Ja-Wa-Ra Padjajaran memperingati Milangkala ke-2.
Perayaan ulang tahun yayasan kali ini tidak hanya menghadirkan pertunjukan seni dan budaya. Di balik kemeriahan panggung, terselip pesan, melestarikan warisan leluhur juga berarti menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat. Karena itu, sebanyak 100 anak yatim menerima santunan, sementara warga mendapatkan layanan pengobatan gratis.
Mengusung tema “Ngadeg Ajeg, Nangtung, Panceg” dengan semangat “Ngawangun Karajaan Situs Silaturahmi Ulah Putus”, rangkaian milangkala menjadi ruang bertemunya budaya, silaturahmi, dan kepedulian sosial.
Camat Ciwidey, Nardi Sunardi, mengapresiasi konsistensi Yayasan Pusaka Ja-Wa-Ra Padjajaran yang selama ini tidak hanya menjaga kelestarian seni budaya Sunda, tetapi juga aktif membantu masyarakat melalui berbagai kegiatan sosial.
“Alhamdulillah, Milangkala ke-2 ini diisi dengan santunan kepada anak yatim. Ketua Baznas Kabupaten Bandung juga hadir memberikan bantuan secara langsung. Ini menjadi bukti bahwa kegiatan budaya bisa berjalan beriringan dengan kepedulian sosial,” ujarnya.
Dia berharap keberadaan yayasan terus berkembang dan memberi manfaat yang semakin luas, khususnya bagi masyarakat kawasan Pacira yang meliputi Kecamatan Pasirjambu, Ciwidey, dan Rancabali.
Semangat berbagi juga datang dari Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Bandung. Ketua Baznas Kabupaten Bandung, KH Yusuf Ali Tantowi, menilai kegiatan tersebut sejalan dengan misi pemberdayaan sosial yang selama ini dijalankan lembaganya.
Selain menyalurkan 100 paket santunan kepada anak yatim, Baznas juga membuka layanan pengobatan gratis bagi masyarakat yang hadir mengikuti kegiatan.
“Kami ingin terus memperkuat sinergi dengan Yayasan Pusaka Ja-Wa-Ra Padjajaran. Ke depan kolaborasi ini tidak hanya berhenti pada kegiatan sosial, tetapi juga diarahkan untuk pemberdayaan ekonomi masyarakat agar mustahik bisa bertransformasi menjadi muzaki,” katanya.
Bagi Ketua I Yayasan Pusaka Ja-Wa-Ra Padjajaran, Pian Sopian atau Ki Waja, milangkala bukan sekadar penanda bertambahnya usia organisasi. Momentum itu menjadi pengingat bahwa pelestarian budaya harus berjalan berdampingan dengan kepedulian terhadap sesama.
“Kegiatan hari ini memadukan seni budaya dengan bakti sosial berupa santunan anak yatim dan pengobatan gratis. Alhamdulillah seluruh rangkaian kegiatan mendapat dukungan penuh dari Baznas Kabupaten Bandung,” ujarnya.
(gin)
Editor : Inilahkoran


