Saat Teater Menyemai Rasa di Sekolah
PANGGUNG teater hadir di sekolah-sekolah Jawa Barat. Bukan sekadar pertunjukan, tetapi ruang belajar membangun karakter.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
Ada panggung yang sedang coba dibangun di sekolah-sekolah Jawa Barat. Bukan sekadar panggung untuk pertunjukan, melainkan ruang bagi siswa untuk belajar berbicara, bekerja sama, merasakan, dan memahami orang lain.
Pemerintah Provinsi Jawa Barat menjadikan teater sebagai salah satu instrumen baru dalam pembentukan karakter pelajar. Melalui program Teater Masuk Sekolah, seluruh SMA dan SMK di Jawa Barat diwajibkan menghadirkan aktivitas seni peran sebagai bagian dari proses pendidikan.
Kebijakan itu tertuang dalam Surat Edaran Nomor 107/PK.03.03/DISDIK tentang Teater Masuk Sekolah sebagai Bagian dari Penguatan Pendidikan. Teater diharapkan menjadi ruang pembelajaran yang membuat siswa aktif berinteraksi, berkolaborasi, sekaligus mengembangkan kepekaan sosial.
Kepala Dinas Pendidikan Jawa Barat Purwanto melihat kebutuhan itu semakin penting di tengah kehidupan pelajar yang semakin lekat dengan telepon seluler dan masih ditemukannya kasus perundungan di lingkungan pendidikan.
"Teater masuk sekolah itu upaya kita untuk membuat anak-anak punya karakter yang baik. Pendidikan karakter itu kan olahraga, olah rasa, olah pikir, olah hati," ujar Purwanto saat dihubungi, Selasa (22/9).
Menurut dia, teater dapat menjadi ruang untuk mengasah rasa dan estetika siswa. Seni peran juga dinilai dapat membantu menghaluskan budi pekerti, terutama ketika interaksi antarsiswa semakin banyak berlangsung melalui layar telepon seluler.
Melalui program tersebut, siswa dapat terlibat dalam berbagai aktivitas kreatif. Mulai dari latihan olah tubuh, penguatan vokal, seni peran, penyusunan naskah, hingga pementasan karya.
Sekolah juga dapat mengembangkan kegiatan melalui diskusi dan refleksi. Pertunjukan tidak berhenti ketika tirai ditutup, tetapi dapat dilanjutkan dengan membicarakan nilai, pengalaman, dan pesan yang muncul dari proses berkesenian.
(yuliantono/gin)
Editor : Inilahkoran

