Sakola Gratis Perluas Akses
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAH, Bandung - Sekolah negeri bukan satu-satunya pintu yang dibuka Pemerintah Provinsi Jawa Barat melalui Program Sakola Gratis. Selain menggratiskan pendidikan di sekolah negeri, pemerintah juga menyiapkan subsidi bagi siswa dari keluarga tidak mampu yang bersekolah di satuan pendidikan swasta.
Kepala Dinas Pendidikan Jawa Barat Purwanto mengatakan, kebijakan tersebut dirancang untuk memperluas akses pendidikan sekaligus menjaga mutu. Pemerintah tidak ingin kondisi ekonomi menjadi alasan anak Jawa Barat berhenti sekolah.
“Jadi Pak Gubernur ingin agar anak-anak Jawa Barat bisa bersekolah gitu ya. Bukan hanya akses tapi juga mutu. Nah salah satu akses yang diberikan adalah bagaimana agar anak-anak dari keluarga tidak mampu juga bisa dibuka aksesnya untuk bersekolah,” katanya, Selasa (22/9).
Pada 2026, bantuan perlengkapan sekolah menyasar 38.887 siswa dari keluarga tidak mampu. Setiap siswa mendapat bantuan Rp1,8 juta per tahun untuk kebutuhan seragam, tas, sepatu, dan buku.
Penerima bantuan disaring melalui Data Pokok Pendidikan (Dapodik), khususnya siswa desil 1 yang bukan penerima Program Indonesia Pintar (PIP) maupun Program Keluarga Harapan (PKH). Data tersebut kemudian diverifikasi sekolah dan Kepala Cabang Dinas sebelum bantuan disalurkan melalui rekening siswa.
Sementara itu, hampir 1 juta siswa SMA dan SMK negeri juga mendapat jaminan layanan pendidikan dari Pemprov Jabar. Berdasarkan data cut-off 31 Agustus, jumlah siswa sekolah negeri mencapai 992.145 siswa.
Untuk mendukung layanan tersebut, Pemprov Jabar menyiapkan sekitar Rp1,29 triliun di luar dana BOSP dan anggaran sertifikasi guru. Anggaran digunakan antara lain untuk BOPD, pembangunan sekolah dan ruang kelas baru, serta rehabilitasi sekolah.
“Artinya kita menjamin bahwa anak-anak di sekolah negeri itu dilayani oleh kita gitu lho dengan biaya dari pemerintah daerah yang cukup besar,” kata Purwanto.
(yuliantono/gin)
Editor : Inilahkoran

