Sambut Libur Sekolah, Pemprov Jabar Andalkan 2 Sektor Ini di Pariwisata
Menyambut libur sekolah, Pemerintah Provinsi Jawa Barat bakal mengandalkan dua sektor ini, yaitu kuliner dan belanja di pariwisata.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Bandung - Menyambut libur sekolah, Pemerintah Provinsi Jawa Barat bakal mengandalkan dua sektor ini, yaitu kuliner dan belanja di pariwisata.
Kepala Dinas pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Provinsi Jawa Barat Benny Bachtiar mengatakan, sejatinya ada enam kategori wisata yang ada, yakni alam, budaya, kuliner, belanja, olahraga dan religi.
Namun pada libur sekolah kali ini, diperkirakan wisatawan yang masuk ke Jawa Barat akan cenderung melakoni wisata kuliner dan belanja. Terutama terkonsentrasi ke Kota Bandung.
Sebab itu lanjut Benny, beragam kegiatan digalakkan untuk memantik minat wisatawan. Baik untuk menyambut wisatawan nasional, maupun mancanegara.
"In Syaa Allah di Bandung, Juli ini akan mengadakan Festival Asia Afrika. Itu salah satu event internasional yang bisa menarik wisatawan untuk hadir," ujar Benny pada Bewara Jawa Barat (BEJA) Volume 6 bertema Karya Kreatif Jawa Barat dan Pekan Kerajinan Jawa Barat, di Atrium Braga Citywalk, Kota Bandung, Sabtu 22 Juni 2024.
Tentunya lanjut dia, dengan banyaknya wisatawan yang masuk, akan sejalan dengan bergeraknya perekonomian masyarakat khususnya UMKM.
"Kita tinggal menyiapkan suprastruktur, memberikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat," ucapnya.
Sebab kata dia, kunci keberhasilan dari pariwisata yaitu aksesibilitas, aktivitas, atraksi, akomodasi, amenitas dan attitude. Dimana attitude yang dimaksud adalah, masyarakat daerah wisata dapat memberikan kenyamanan agar wisatawan betah.
"Kami berupaya lewat proses edukasi dan supaya pergerakan ekonomi masyarakat dapat berjalan, maka harus mereka yang kelola. In Syaa Allah masalah pengangguran bisa diselesaikan, ekonomi berdaya," imbuhnya.
Kehadiran Kementerian Pertahanan (Kemenhan) sebagai rekan kolaborasi sambung Benny juga diharapkan dapat memuluskan rencana ini, guna memastikan keamanan dan kenyamanan wisatawan.
Sebab diakuinya, premanisme masih menjadi kendala dalam mengembangkan pariwisata Jawa Barat. Dimana pangkal persoalannya, karena tidak terlibatnya mereka di pariwisata.
"Ini timbul karena mereka menjadi penonton pariwisata. Kalau mereka pelaku, In Syaa Allah akan menjaga," terangnya.
Editor : Ahmad Sayuti

