Sampah di Sungai Citarum Batujajar Sulit Dibersihkan, Ade Zakir Minta Kota/Kabupaten di Bandung Raya Edukasi Warganya

Pj Bupati Bandung Ade Zakir meminta kota dan kabuaten mengedukasi warganya agar tidak membuang sampah di Sungai Citarum

Sampah di Sungai Citarum Batujajar Sulit Dibersihkan, Ade Zakir Minta Kota/Kabupaten di Bandung Raya Edukasi Warganya
Pj Bupati Bandung Barat Ade Zakir

INILAHKORAN, Ngamprah - Persoalan tumpukan sampah yang menutupi aliran Sungai Citarum yang berlokasi di blok Desa Selacau, Kecamatan Batujajar, Kabupaten Bandung Barat (KBB) terus disoroti sejumlah pihak, termasuk Pemerintah Daerah (Pemda) Bandung Barat.

Seperti diketahui, sampah dengan berbagai jenis yang menumpuk di aliran sungai Citarum tersebut merupakan kiriman dari Kabupaten Bandung dan Kota Bandung. Tak hanya merusak keindahan dan ekosistem, sampah yang diperkirakan mencapai 200 ton itu dikhawatirkan mengundang berbagai macam penyakit, seperti demam berdarah dengue (DBD).

Tak hanya itu, para petugas dan para relawan yang membersihkan sampah tersebut mengalami kesulitan tumpukan sampah, serta eceng gondok yang menumpuk di kawasan Jembatan Callender-Hamilton tersebut.

"Kami (Pemda Bandung Barat) berharap wilayah Kota Cimahi, Kota Bandung, dan Kabupaten Bandung aktif mengedukasi warganya supaya tak membuang sampah sembarangan," kata Plh Bupati Bandung Barat, Ade Zakir kepada wartawan.

Selain itu, Ade menilai, perlu dibuat alat perangkap sampah di masing-masing wilayah sektor Citarum Harum agar tak seluruh sampah dari hulu bermuara ke wilayah Bandung Barat. 

"Kemarin sama provinsi sudah diskusi terkait sungai Citarum. Memang dari tahun 2018 ada Satgas Citarum Harum, per sektor sudah ada komandannya," kata Ade.

"Selain hulu, ini harus ditangani di hilirnya dengan penyekat agar tertahan. Minimalnya ada 3 alat perangkap sampah di beberapa titik Citarum," ucapnya.

Tak hanya penyekatan di setiap titik wilayah perbatasan Kabupaten/Kota di Bandung Raya yang dilintasi DAS Citarum, Ade menuturkan, penanganan banjir sampah juga dilakukan dengan menggunakan alat berat.

Termasuk, menggunakan sejumlah perahu boat untuk mengangkut sampah yang berada di tengah sungai.

"Pertama penyekatan. Karena kejadian ini sudah tiga kali dengan sekarang. Ya kita melakukan penyekatan setiap titik ini karena dibantu dengan angin juga mengarah ke hilir," tuturnya.

"Untuk dipinggiran kita angkat untuk yang tengah juga kita menggunakan alat-alat yang ada seperti perahu boat dan lainnya," sambungnya.

Ade menyebut, pihaknya pun sudah berkolaborasi dengan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat untuk memberikan edukasi kepada masyarakat terkait pentingnya untuk tidak membuang sampah sembarangan ke sungai.

Menurutnya, kolaborasi tersebut dilakukan mengingat sampah yang ada di hilir Sungai Citarum juga dari limpahan Bandung Raya.

"Nanti ada edukasi ke masyarakat mungkin tidak hanya di sini. Karena kita gak pernah tau ini sampah siapa yang buang juga," sebutnya.

"Yang penting kita semua harus berkolaborasi bersama-sama menyelesaikan dari hulunya. Sekda provinsi juga bilang akan ada edukasi ke masyarakat pengolahan masyarakat kurang lebih seperti itu," jelasnya.

Penjabat (Pj) Gubernur Jawa Barat Bey Machmudin mengatakan, sedimentasi menjadi faktor penyebab tertahannya tumpukan sampah di Sungai Citarum wilayah Bandung Barat.

Menurutnya, sampah itu merupakan kiriman dari wilayah hulu seperti Kota Bandung, Kabupaten Bandung dan Kota Cimahi yang terbawa banjir saat hujan deras.

"Ini akibatnya, karena biasanya kalau aliran lancar itu tertahan diujung cuma karena ini meninggi dan sedimentasi jadi tertahan di sini," kata Bey di Sungai Citarum, Bandung Barat, Rabu 12 Juni 2024.

Tak hanya itu, Bey juga menyoroti perilaku buruk masyarakat yang masih membuang sampah sembarangan ke sungai. 

"Dampaknya, Sungai Citarum yang semestinya bersih malah menjadi lokasi pembuangan sampah," ucapnya.

Padahal, sambung Bey, masing-masing daerah sudah memiliki aturan yang berisi sanksi bagi siapapun yang membuang sampah sembarangan 

"Masalah sampah ini kembali bagaimana kedisiplinan warga, kami mohon masyarakat jangan buang sampah sembarangan, buang pada tempatnya. Masyarakat sudah ada aturannya. Tapi harus ada buktinya. Kalau seperti ini bagaimana menindaknya," ungkapnya.*** 


Editor : Ahmad Sayuti