Sampah Menumpuk di Jantung Soreang, Spanduk Sindiran Berbahasa Sunda Tak Digubris
Pemandangan tak sedap kembali terlihat di jantung Ibu Kota Kabupaten Bandung, tepatnya di kawasan Soreang, Senin (2/3/2026). Tumpukan sampah berceceran.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID-Pemandangan tak sedap kembali terlihat di jantung Ibu Kota Kabupaten Bandung, tepatnya di kawasan Soreang, Senin (2/3/2026). Tumpukan Sampah berceceran di tepi jalan depan pertokoan sepanjang Jalan Raya Soreang, tepat di depan Pasar dan Terminal Soreang.
Kantong plastik hitam, kardus bekas, hingga sisa makanan tampak berserakan di pinggir jalan. Bau menyengat pun tercium, terutama saat siang hari ketika aktivitas lalu lintas dan perdagangan tengah padat.
Tak hanya di Jalan Raya Soreang, Sampah liar juga terlihat menumpuk di trotoar pejalan kaki di Jalan Raya Pasantren Timur, Soreang. Ironisnya, dua spanduk peringatan yang dipasang dengan nada sindiran dalam Bahasa Sunda agar masyarakat tidak membuang Sampah sembarangan justru tak diindahkan.
Alih-alih membuat jera, Sampah malah terlihat menumpuk persis di bawah spanduk tersebut. Kondisi ini memperlihatkan rendahnya kesadaran sebagian masyarakat terhadap kebersihan lingkungan.
Beberapa sudut jalan lain di sekitar kawasan Soreang pun tak luput dari persoalan serupa. Tumpukan Sampah liar kerap muncul di tepi jalan, bahkan di area yang seharusnya menjadi etalase wajah ibu kota Kabupaten Bandung.
Minimnya Tempat Pembuangan Sampah (TPS) resmi di kawasan permukiman diduga menjadi salah satu pemicu. Warga yang kesulitan mengakses TPS memilih membuang Sampah di pinggir jalan yang dianggap praktis.
Salah seorang warga Soreang, Maksum Solehudin (59), mengaku geram dengan kondisi tersebut. Menurutnya, pelaku pembuangan Sampah sembarangan bukanlah warga sekitar.
“Yang buang Sampah sembarangan itu kebanyakan orang yang lewat. Mereka naik motor atau mobil, lalu berhenti sebentar dan langsung buang Sampah di pinggir jalan,” kata Maksum kepada INILAHKORAN.ID.
Ia menyebut perilaku tersebut kerap terjadi pada malam hingga dini hari. Saat situasi jalan relatif sepi, pelaku dengan leluasa membuang Sampah tanpa rasa bersalah.
Maksum berharap pemerintah daerah dapat menambah titik TPS resmi serta meningkatkan pengawasan. Di sisi lain, ia juga mengingatkan pentingnya kesadaran kolektif masyarakat untuk menjaga kebersihan lingkungan.
“Kalau bukan kita yang peduli, siapa lagi? Ini kan pusat pemerintahan Kabupaten Bandung, masa terlihat kumuh seperti ini,” ujarnya.
Kondisi ini menjadi pekerjaan rumah serius bagi semua pihak. Tanpa kesadaran bersama dan penegakan aturan yang tegas, tumpukan Sampah di Soreang dikhawatirkan akan terus menjadi pemandangan rutin yang mencoreng wajah ibu kota daerah.***
Editor : JakaPermana


