Satgas Pemberantasan Premanisme Kota Bogor Ciduk Jaringan Pengamen, Badut dan Manusia Silver di Angkot dan Traffic Light

Petugas gabungan dari Satgas Pemberantasan Premanisme Kota Bogor konsisten melakukan penjaringan terhadap aktivitas pengamen, badut dan manusia silver yang melakukan aksinya di angkutan umum, traffic light dan di beberapa ruas jalan. Hingga akhir pekan ini Pemkot Bogor berhasil mengamankan 56 orang.

Satgas Pemberantasan Premanisme Kota Bogor Ciduk Jaringan Pengamen, Badut dan Manusia Silver di Angkot dan Traffic Light
"Ya, kemarin sejumlah pengamen berhasil dijaring meskipun beberapa pengamen mencoba mengelabui petugas Satgas Pemberantasan Premanisme Kota Bogor dengan berpura-pura menjadi penumpang angkutan kota (angkot), berbelanja di warung, hingga ada yang berdalih sedang istirahat akan pulang ke rumah," ungkap Kasat Pol PP Kota Bogor Agustian Syah dikonfirmasi pada Minggu 18 Mei 2025. (istimewa)

INILAHKORAN, Bogor - Petugas gabungan dari Satgas Pemberantasan Premanisme Kota Bogor konsisten melakukan penjaringan terhadap aktivitas pengamen, badut dan manusia silver yang melakukan aksinya di angkutan umum, traffic light dan di beberapa ruas jalan. Hingga akhir pekan ini Pemkot Bogor berhasil mengamankan 56 orang.

"Ya, kemarin sejumlah pengamen berhasil dijaring meskipun beberapa pengamen mencoba mengelabui petugas Satgas Pemberantasan Premanisme Kota Bogor dengan berpura-pura menjadi penumpang angkutan kota (angkot), berbelanja di warung, hingga ada yang berdalih sedang istirahat akan pulang ke rumah," ungkap Kasat Pol PP Kota Bogor Agustian Syah dikonfirmasi pada Minggu 18 Mei 2025.

Agus melanjutkan, dirinya memimpin langsung patroli satgas pemberantasan premanisme. Ditegaskan bahwa ini merupakan kegiatan lanjutan yang akan terus rutin dilaksanakan oleh Satgas Pemberantasan Premanisme Kota Bogor.

"Kami mengamankan 56 orang di Kota Bogor yang beberapa pengamen terindikasi dalam kondisi mabuk, nanti kami koordinasikan dengan Polresta Bogor Kota untuk penanganan lanjutnya," terangnya.

Agus menjelaskan, mereka yang terjaring razia ini kemudian dibawa ke Balai Kota Bogor untuk diberikan pemahaman. Saat diperiksa petugas, ditemukan tiga orang membawa serbuk kratom dan mengaku telah mengonsumsinya.

"Sebagai informasi, penggunaan kratom yang berlebihan menyebabkan dampak negatif pada saraf, halusinasi, sakit kepala, nyeri akibat energi berlebih yang diterima, insomnia, bahkan bisa membahayakan nyawa pemakainya," jelasnya.

Agus menegaskan, Pemkot) Bogor melarang aktivitas mengamen di angkutan kota.

"Tidak boleh ada aktivitas mengamen di kendaraan umum, lampu merah. Jangan terus memaksakan turun ke jalan. Karena kami akan terus melakukan penindakan," tegasnya.

Agus membeberkan, setelah dibawa ke Balai Kota Bogor, para pengamen yang terjaring kemudian dibawa ke Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) untuk dilakukan pendataan melalui perekaman. Karena saat dilakukan pemeriksaan sejumlah pengamen mengaku tidak membawa KTP bahkan ada yang berbohong, sehingga untuk lebih jelas semua akan didata dan dilakukan perekaman biometrik mata.

"Dalam melakukan penjaringan ini, Pemkot Bogor sudah lebih dulu melakukan pembinaan sebagai solusi dengan mengangkat marwah para pengamen," bebernya.

Agus juga mengatakan, sebab saat ini, beberapa pengamen yang lolos audisi sudah melakukan aktivitas menjadi seniman Kota Bogor dengan bermain musik di taman, serta beberapa cafe dan tampil di berbagai kegiatan.

"Nah ini (pengamen yang terjaring) residu yang skillnya tidak mempuni nanti kami akan komunikasi dengan Dinsos dan Disnaker karena ada rencana masukin ke program padat karya," pungkasnya.


Editor : Doni Ramdhani