SDN 1 Girimukti Cibatu Garut Mendesak Direhab, 225 Siswa Terancam Lantaran Kondisi Atap Memprihatinkan

Sekilas, bangunan SDN 1 Girimukti Cibatu Garut tampak bagus dan layak dipergunakan sebagai tempat kegiatan belajar mengajar.

SDN 1 Girimukti Cibatu Garut Mendesak Direhab, 225 Siswa Terancam Lantaran Kondisi Atap Memprihatinkan
Kondisi atap SDN 1 Girimukti Cibatu Garut yang memprihatinkan. Meski bangunan berdiri namun atapnya mendesak direhab.

 

INILAHKORAN, Garut - Sekilas, bangunan SDN 1 Girimukti Cibatu Garut tampak bagus, berdiri kokoh, dan layak dipergunakan sebagai tempat kegiatan belajar mengajar.

Padahal, guru SDN 1 Girimukti Cibatu Garut Eti Rohaeti menuturkan kondisi bangunan di sekolahnya itu sangat memprihatinkan. Bagian plafon serta kuda-kuda bangunannya sudah lapuk, dan atap genteng bangunan melengkung sehingga rawan rubuh.

"Sebenarnya bangunan ini sudah tidak layak digunakan siswa belajar. Makanya, kami berharap Pak Bupati atau anggota dewan datang meninjau dan bisa memberikan bantuan agar bangunan kelas diperbaiki hingga SDN 1 Girimukti Cibatu Garut layak untuk ruangan belajar," kata Eti, Senin 6 Juni 2022.

Baca Juga: Dedie A Rachim Ajak Pramuka dan Masyarakat Peduli Lingkungan

Dia menyebutkan, selain ruangan kelas sudah tak laik digunakan, sekolah tempatnya mengajar itu juga masih kekurangan ruang kelas.

Menanggapi hal itu, Kepala Kordinator Pendidikan Kecamatan Cibatu Aef Saefudin menegaskan kondisi bangunan SDN 1 Girimukti Cibatu Garut sudah dilaporkan ke Dinas Pendidikan Garut dan diajukan untuk mendapatkan bantuan perbaikan.

"Kami berharap secepatnya ada bantuan pembangunan atau rehab untuk sekolah ini agar bisa dipergunakan para siswa belajar dengan nyaman," ujarnya.

Baca Juga: Usai Selamat dari kecelakaan Mengerikan di Tikungan Nagreg, Sopir Truk Santai Merokok di Pinggir Jalan

Berdasarkan Dapodik Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, SDN 1 Girimukti berdiri pada 1965, berdasarkan SK Nomor 151/prb/1965 tertanggal 30 Agustus 1965.

Di sekolah tersebut terdapat enam guru dan tujuh rombongan belajar terdiri 113 siswa laki-laki dan 112 siswa perempuan. Ada lima ruang kelas digunakan KBM. Tiga ruang di antaranya berkondisi baik, dan dua ruang rusak ringan. Terdapat pula dua sarana sanitasi untuk guru dan siswa dengan kondisi baik.

Sekolah tersebut terakhir mendapatkan bantuan pemerintah pada 2015 berupa bantuan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) dan Program Indonesia Pintar. (Zainulmukhtar)


Editor : inilahkoran