Sebut BTS dan Jennie BLACKPINK jadi Contoh, ILLIT Bantah Tuduhan Plagiarisme Min Hee Jin
ILLIT menyebut BTS hingga Jennie BLACKPINK sebagai contoh saat dituduh plagiarisme pada NewJeans.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Bandung - Pada hari Jumat, 18 Juli 2025, sidah ketiga antara Min Hee Jin dan agensi ILLIT Belif Lab telah dilakukan.
Dalam pertarungan Hukum yang sengit, agensi ILLIT dengan tegas membantah tuduhan Plagiarisme Min Hee Jin, mantan CEO ADOR dan direktur kreatif NewJeans.
Belif Lab dengan tegas membantah bahwa girl grupnya ILLIT menjiplak konsep dan gaya NewJeans.
Perselisihan ini merupakan bagian dari gugatan ganti rugi sebesar ₩2,5 miliar yang diajukan oleh HYBE Labels terhadap Min Hee Jin, dengan sidang ketiga digelar di Pengadilan Distrik Barat Seoul.
Selama sidang, tim Hukum ILLIT secara sistematis membongkar tuduhan Plagiarisme, membandingkan strategi debut, estetika, metode produksi musik, dan gaya koreografi antara kedua grup.
Min Hee Jin sebelumnya menuduh ILLIT menjiplak musik, visual, dan estetika budaya NewJeans, termasuk konsep pemotretan hanbok.
ILLIT menekankan perbedaan konseptual yang jelas dari NewJeans. NewJeans menyalurkan suasana retro Y2K tanpa semesta naratif yang jelas, sementara ILLIT mengusung tema "putri dan gadis penyihir" yang bernuansa fantasi dengan pendekatan pembangunan dunia yang ekspansif.
Secara musikal, ILLIT melibatkan banyak produser dan condong ke suara-suara berorientasi pop, sementara NewJeans mengandalkan tim produksi yang kohesif.
Mengenai format debut, ILLIT memulai debutnya melalui program audisi JTBC "RU Next?" , yang menawarkan eksposur pra-debut yang ekstensif.
Di sisi lain, NewJeans mengadopsi format peluncuran berbasis mistik, dengan merahasiakan identitas member hingga perilisan video musik debut mereka yang mengejutkan.
Tuduhan Min Hee Jin bahwa ILLIT menjiplak pemotretan hanbok NewJeans juga dipertanyakan.
Tim ILLIT merujuk pada sejumlah idola K-Pop yang secara historis mengenakan hanbok di istana, mempertanyakan klaim orisinalitas Min Hee Jin.
"Klaim ini tidak berdasar dan mengabaikan tradisi visual genre ini," demikian pernyataan mereka.
Tim pembela ILLIT selanjutnya menanggapi tuduhan terkait koreografi. Mereka berargumen bahwa gerakan-gerakan yang dimaksud seperti "hair whips", "arm roll", dan pose duduk, banyak digunakan di dunia K-Pop, dengan menyebutkan penampilan BTS, aespa, IVE, ITZY, G-Dragon, Jennie BLACKPINK, dan lainnya.
"Gerakan-gerakan ini merupakan domain publik dan tidak boleh dimonopoli," tegas perwakilan Hukum ILLIT.
Mereka memperingatkan bahwa mengizinkan klaim eksklusif atas gerakan universal seperti itu akan menciptakan preseden yang merusak bagi kreativitas dan persaingan yang adil dalam koreografi K-Pop.
Kasus ini berkaitan erat dengan konflik Min Hee Jin yang lebih luas dengan HYBE. Sebelumnya, dia menuduh HYBE menekan promosi NewJeans demi LE SSERAFIM dan mengecam ILLIT karena menjiplak NewJeans.
Sebagai tanggapan, Source Music (label LE SSERAFIM) menggugat Min Hee Jin sebesar ₩500 juta, sementara Belift Lab (label ILLIT) menuntut ganti rugi sebesar ₩2 miliar atas kerusakan reputasi.
Seiring berlanjutnya pertarungan Hukum ini, industri K-Pop terus mengamati dengan saksama.
Hasilnya dapat memengaruhi batasan kreatif, dinamika agensi, dan perlindungan hak kekayaan intelektual dalam branding idola dan produksi musik di tahun-tahun mendatang.***
Editor : Irma Nurfajri


