Penjaga Lahan di SMAK Dago Bandung Ngaku Dapat Intimidasi

Seorang Kordinator keamanan yang menjaga lahan di SMAK Dago Bandung mengaku mendapat intimidasi dari sekelompok orang.

Penjaga Lahan di SMAK Dago Bandung Ngaku Dapat Intimidasi
Selain dilakukan sekelompok orang tersebut, korban yang diketahui bernama Alexon Telaumbanua ini mengaku juga mendapat intimidasi yang diduga dilakukan oknum anggota TNI terkait berada di lahan SMAK Dago Bandung. (net)

INILAHKORAN, Bandung - Seorang Kordinator keamanan yang menjaga lahan di SMAK Dago Bandung mengaku mendapat intimidasi dari sekelompok orang.

Selain dilakukan sekelompok orang tersebut, korban yang diketahui bernama Alexon Telaumbanua ini mengaku juga mendapat intimidasi yang diduga dilakukan oknum anggota TNI terkait berada di lahan SMAK Dago Bandung.

Alex menuturkan, kejadian yang menimpanya berawal pada Sabtu 27 Juli 2024, anak buahnya yang berjaga di lahan SMAK Dago Bandung itu tiba-tiba didatangi sekelompok orang yang memaksa masuk ke dalam lahan.

"Saya tidak ada di tempat, jadi jam 23.00 WIB sekelompok orang datang dengan jumlah 100 orang," ungkap Alex saat ditemui di Kantor Hukum Radea Reyraya Jalan Salam, Kota Bandung, Senin 29 Juli 2024.

Alex menuturkan, saat itu sekelompok berhadapan langsung dengan anak buahnya dan mereka memaksa masuk ke lahan tersebut.

Sekelompok itu pun berhasil masuk dan menduduki lahan di SMAK Dago Bandung. Anak buah Alex pun, diminta untuk keluar dari lahan tersebut.

Pada Minggu 28 Juli 2024, siang harinya, Alex mendatangi lahan yang dijaganya tersebut. Saat Alex datang, ia sempat berusaha masuk ke dalam lahan tersebut. Namun tetap tak bisa.

Alex mengaku sempat ada aksi dorong-dorongan antara kelompoknya dengan kelompok yang menduduki lahan tersebut. Sampai pada akhirnya mereka bisa masuk.

"Sampai malam kondisi aman. Tidak ada gesekan. Menjelang jam tiga subuh, situasi mulai kurang nyaman. Jam 4 subuh tiba-tiba sekelompok anggota berseragam teriak. "Gara-gara kalian saya tidak bisa tidur. Gara- kalian saya tidak bisa pulang ke rumah, bubar-bubar"," kata Alex menirukan omongan orang yang mengusirnya.

Alex pun mengaku saat itu mendapat intimidasi. Ia sempat diamankan oleh beberapa yang diduga merupakan oknum anggota TNI. Ia bahkan mengaku juga tak hanya intimidasi, namun mendapatkan tindakan kekerasan juga berupa pemukulan di pelipis matanya.

Sementara itu, kuasa hukum dari yayasan tempat Alex bekerja, Radea Respati menyebut apa yang menimpa petugas keamanan kliennya ini sangat disayangkan intimidasi dan dugaan kekerasan itu, dapat terjadi.

"Tentu saya menyesalkan keterlibatan langsung dari diduga oknum TNI yang harusnya turut menjaga ketertiban dan keamanan bagi masyarakat. Ini layak untuk kita renungi, jangan sampai dilakukan terus dilakukan seperti ini," katanya.

Pihaknya pun akan melakukan upaya-upaya hukum untuk membela apa yang telah menimpa Alex.

"Kami akan lakukan upaya hukum untuk membuat laporan, mungkin nanti kita lakukan kepada POM," katanya.

Ketua Yayasan SMAK Dago Bandung Nicky Sopacua mengatakan, saat ini lahan tersebut masih dikuasai oleh sekelompok orang. Padahal menurutnya, kegiatan belajar mengajar masih berlangsung di sekolah tersebut.

Hal itupun dianggap menganggu proses belajar mengajar siswa dan guru di SMAK Dago Bandung.

"Jelas dengan adanya orang-orang yang tidak berkepentingan di sana, mengganggu para siswa yang sedang melaksanakan kegiatan belajar. Sampai hari ini sekolah masih berlangsung," ucap Nicky.


Editor : Doni Ramdhani