Selain Iwan Setiawan, Ini Deretan Pejabat Bogor Diperiksa KPK dalam Kasus Dugaan Suap Ade Yasin

Makin banyak pejabat Kabupaten Bogor dipanggil KPK dalam kasus dugaan suap Ade Yasin. Selain Plt Bupati Iwan Setiawan, sejumlah pejabat juga

Selain Iwan Setiawan, Ini Deretan Pejabat Bogor Diperiksa KPK dalam Kasus Dugaan Suap Ade Yasin
Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri menyebutkan sejumlah pejabat Pemkab Bogor selain Plt Bupati Iwan Setiawan, dipanggil hari ini dalam pemeriksaan saksi kasus dugaan suap Bupati Bogor Ade Yasin

INILAHKORAN, Bandung - Makin banyak pejabat Kabupaten Bogor dipanggil KPK dalam kasus dugaan suap Ade Yasin. Selain Plt Bupati Iwan Setiawan, sejumlah pejabat juga dipanggil.

"Ada sembilan orang yang diperiksa," kata Juru Bicara KPK Ali Fikri, dalam keterangan persnya di Jakarta, Selasa, 14 Juni 2022.

Adapun mereka yang diperiksa, selain Plt Bupati Bogor Iwan Setiawan, di antaranya Soebiantoro sebagai Kadis PUPR Kabupaten Bogor, Khairul Amarullah Kasi Bina Teknik Perencanaan Bidang Pembangunan Jalan & Jembatan Dinas PUPR Kabupaten Bogor.

Bagi Soebiantoro, ini merupakan pemeriksaan kedua sebagai saksi dalam kasus tersebut. Sebelumnya, dia juga pernah dipanggil penyidik KPK.

Baca Juga: Kasus Suap Ade Yasin, Plt Bupati Bogor Iwan Setiawan Diperiksa KPK

Lalu M. Dadang Iwa Suwahyu yang menjabat Kabag Keuangan RSUD Leuwiliang Kabupaten Bogor, kemudian Kiki Rizki Fauzi sebagai staf di Sekretariat Daerah Kabupaten Bogor

Selain itu, saksi lainnya yang diperiksa lainnya yakni, Anisa Rizky Septiani yang merupakan ajudan Bupati Bogor, Dessy Amalia Pemeriksa Madya Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia (BPK RI), Dede Sopian pemilik CV Dede Print dan terakhir Lambok Latief, seorang wiraswasta.

"Mereka dimintai keterangan, terkait penyidikan perkara dugaan TPK suap pengurusan laporan keuangan Pemkab Bogor TA 2021 dengan tersangka AY (Ade Yasin)," katanya.

Baca Juga: Betulkah Ada Perintah Ade Yasin Kumpulkan Duit dari Kontraktor?

Seperti diketahui, Bupati Bogor Ade Yasin terjaring OTT KPK bersama dengan 11 orang lainnya. Selang beberapa waktu, KPK menetapkan delapan orang sebagai tersangka di kasus suap laporan keuangan demi meraih predikat WTP dari BPK Perwakilan Jawa Barat.

KPK menduga Ade Yasin menyuap pegawai BPK perwakilan Jawa Barat agar Kabupaten Bogor hingga Rp 1,9 miliar. Hal itu dilakukan agar Kabupaten Bogor dapat kembali meraih predikat wajar tanpa pengecualian (WTP) untuk tahun 2021 dari BPK Perwakilan Jawa Barat.  (cesar yudistira)


Editor : inilahkoran