Selama Mudik, Operasional Delman di KBB Dibatasi
Rencananya, pembatasan bagi para sopir delman bakal berlangsung selama arus mudik lebaran di beberapa jalur arus mudik yang memiiki rawan kemacetan.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Ngamprah - Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Bandung Barat (KBB) bakal menerapkan pembatasan jalur dan jam operasional bagi sopir delman atau andong di kawasan Padalarang, Kabupaten Bandung Barat (KBB).
Rencananya, pembatasan bagi para sopir delman bakal berlangsung selama arus mudik lebaran.
Kadishub KBB Fauzan Azima mengatakan, kawasan Padalarang merupakan akses utama para pemudik dari arah Jabodetabek yang bakal mengarah ke Jawa Tengah dan Jawa Timur.
Sehingga, sambung dia, dikhawatirkan bakal menjadi penyebab kemacetan di kawasan tersebut.
"Untuk angkutan delman, mereka di larang beroperasi di Jalan Raya Padalarang sejak H-7 sampai H+7, atau selama arus mudik dan balik lebaran nanti," kata Fauzan kepada wartawan.
Terkait kebijakan tersebut, terang dia, pihaknya pun sudah melakukan sosialisasi dengan para kusir delman yang biasa melintas di Jalan Raya Padalarang.
"Sejauh ini puluhan kusir delman yang masih eksis itu merasa tidak keberatan dengan kebijakan tersebut," terangnya.
"Mengingat kebijakan tersebut sudah biasa dan diterapkan setiap tahunnya pada saat momen mudik lebaran," sambungnya.
Ia menyebut, mereka hanya diperkenankan menaikkan dan menurunkan penumpang sampai Jalan Purabaya dan tidak bisa masuk ke Jalan Raya Padalarang.
"Ada sekitar 20 delman yang beroperasi di sekitar Jalan Rancabali tidak sampai ke Jalan Raya Padalarang," sebutnya.
Tak hanya itu, pihaknya juga sudah meminta kepada pelaksana proyek fisik di sepanjang jalur mudik, khususnya di Padalarang agar segera menyelesaikan pekerjaannya sebelum H-7.
"Kita ingin semua proyek fisik, tidak ada yang dikerjakan selama arus mudik dan arus balik karena berpotensi menyebabkan kemacetan," ujarnya.
Saat ini, lanjut dia, di jalur tersebut tengah dilaksanakan pekerjaan perbaikan trotoar dan saluran air.
Menurutnya, keberadaan proyek nasional yang dikerjakan Balai Besar Pelaksanaan Jalan (BBPJN) DKI Jakarta dan Jawa Barat tersebut, berdampak pada kemacetan jauh lebih parah dibandingkan biasanya.
"Itu semua juga harus selesai sebelum H-7, tapi biasanya di tahun sebelumnya dan semua proyek fisik yang berada di jalur mudik sudah berhenti sejak H-10," terangnya.
"Jadi tidak berimbas kepada arus mudik," tukasnya.*** (agus satia negara)
Editor : Ahmad Sayuti

