Semester I 2026, 2,67 Juta Wisatawan Kunjungi Kota Cirebon
Sepanjang semester I 2026 ini, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Cirebon mencatat sebanyak 2,67 juta wisatawan telah mengunjungi daerahnya.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID - Sepanjang semester I 2026 ini, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Cirebon mencatat sebanyak 2,67 juta wisatawan telah mengunjungi daerahnya.
Kepala Disbudpar Kota Cirebon Agus Sukmanjaya mengatakan, total kunjungan tersebut terdiri atas 2,65 juta wisatawan nusantara dan 22.915 wisatawan mancanegara.
“Mayoritas kunjungan masih berasal dari wisatawan nusantara, sedangkan wisatawan mancanegara juga mulai menunjukkan adanya ketertarikan terhadap destinasi di Kota Cirebon,” kata Agus dikutip dari Antara, Selasa (11/8/2026).
Dia mengatakan, tingginya kunjungan wisatawan nusantara menunjukkan Kota Cirebon masih memiliki daya tarik kuat sebagai tujuan wisata budaya, sejarah, kuliner, maupun perjalanan masyarakat dari berbagai daerah.
Sementara itu, kunjungan wisatawan mancanegara sebanyak 22.915 orang atau sekitar 0,86 persen turut memperlihatkan potensi pariwisata Kota Cirebon dalam menarik wisatawan dari luar negeri.
Agus menyampaikan capaian kunjungan hingga semester I-2026 tersebut, menjadi perkembangan positif bagi sektor pariwisata Kota Cirebon dalam beberapa tahun terakhir.
Berdasarkan catatan Disbudpar, jumlah kunjungan wisatawan pada 2022 mencapai 2,55 juta orang dan meningkat menjadi 2,61 juta orang pada 2023.
Dia menuturkan, jumlah tersebut sempat turun menjadi 2,46 juta orang pada 2024, sebelum kembali meningkat menjadi 2,67 juta kunjungan pada 2025.
“Capaian 2025 dan paruh pertama 2026 menjadi capaian tertinggi selama lima tahun terakhir, menunjukkan pemulihan sektor pariwisata yang terus bergerak positif,” ujarnya.
Menurut Agus, peningkatan kunjungan tersebut didukung berbagai upaya pemerintah daerah melalui promosi destinasi, penyelenggaraan kegiatan budaya dalam kalender pariwisata, serta peningkatan kualitas pelayanan dan aksesibilitas.
Disbudpar juga memperkuat kolaborasi dengan pelaku usaha pariwisata, termasuk sektor perhotelan, restoran, dan komunitas sadar wisata untuk meningkatkan kenyamanan wisatawan.
Selain itu, dia menyampaikan posisi Kota Cirebon sebagai salah satu simpul perjalanan regional turut mendukung arus kunjungan karena didukung akses transportasi darat dan jaringan jalan tol yang menghubungkan dengan berbagai kota besar di Pulau Jawa.
Agus optimistis kunjungan wisatawan dapat terus meningkat hingga akhir 2026 dengan memperluas promosi pariwisata, termasuk melalui pemanfaatan media digital untuk menjangkau calon wisatawan lebih luas.
Dia mengajak masyarakat menjaga kebersihan, keamanan, keramahan, serta kelestarian budaya lokal sebagai bagian penting dalam mempertahankan citra Kota Cirebon sebagai destinasi wisata.
“Pariwisata melibatkan banyak pihak sehingga dukungan masyarakat dalam menjaga budaya, tradisi, kebersihan, dan keramahan menjadi aset penting untuk mempertahankan kunjungan wisatawan,” katanya.
Editor : Doni Ramdhani

