Sepanjang 2022, Dinsos Garut Catat Sebanyak 530 Kejadian Bencana
Selama 2022, Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Garut menangani sebanyak 530 kejadian bencana di berbagai tempat di wilayah Kabupaten Garut.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Garut - Selama 2022, Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Garut menangani sebanyak 530 kejadian bencana di berbagai tempat di wilayah Kabupaten Garut.
Bencana berupa longsor, banjir, kebakaran rumah, angin kencang, dan gempa bumi itu menimbulkan dampak terhadap sebanyak 9.666 kepala keluarga atau setara 37.035 jiwa. Dua orang di antaranya meninggal dunia dalam kebakaran.
Sedangkan total kerugian material akibat bencana-bencana tersebut ditaksir Dinsos Kabupaten Garut mencapai Rp23.412.735.000.
Kepala Dinsos Kabupaten Garut Aji Sukarmaji mengatakan, dari sebanyak 530 kejadian bencana terjadi di Garut selama rentang 1 Januari hingga 31 Desember 2022 itu, kejadian bencana didominasi bencana longsor yang mencapai sebanyak 180 kejadian.
Disusul kebakaran rumah sebanyak 157 kejadian, dan angin kencang 128 kejadian. Bencana lainnya yakni banjir sebanyak 63 kejadian, dan gempa bumi dua kali kejadian.
"Data total kejadian bencana di Garut ini bisa berbeda dengan data di BPBD. Sebab kita hanya mencatat kejadian bencana yang kita tangani. Kita turun langsung memberikan bantuan. Makanya, kebakaran rumah kita masukkan sebagai bencana karena dampak kebakaran itu kan enggak ringan, menyangkut nyawa manusia juga. Beda dengan versi BPBD yang tak memasukkan kebakaran rumah sebagai bencana," kata Aji didampingi Kepala Bidang Perlindungan Jaminan Sosial Dadang Bunyamin, Selasa 17 Januari 2023.
Menurut Aji, jumlah kejadian bencana ditangani Dinsos selama 2022 mencapai sebanyak 530 itu mengalami peningkatan signifikan dibandingkan yang ditangani selama 2021 yang mencapai sebanyak 357 kejadian. Begitupun jumlah warga terdampak bencana selama 2022 dibandingkan pada 2021 yang mencapai sebanyak 2.720 kk setara 16.009 jiwa.
Akan tetapi total nilai kerugian material akibat bencana selama 2022 lebih kecil dibandingkan bencana selama 2021 yang ditaksir mencapai Rp29.430.700.000.
"Kalau di 2022, bencana yang menonjol itu longsor. Sedangkan di 2021, yang menonjol kebakaran rumah mencapai 173 kejadian. Lainnya, longsor 70 kejadian, angin kencang 49 kejadian, pergerakan tanah 38 kejadian, dan banjir 27 kejadian," ujar Aji.
Sedangkan BPBD Garut mencatat, selama 2022, di wilayah Kabupaten Garut terjadi sebanyak 538 kejadian bencana. Sebanyak 255 kejadian berupa bencana longsor, 195 kejadian banjir, 43 kejadian gempabumi, 22 kejadian angin puting beliung, dan 23 kejadian bencana lainnya.
Jumlah penduduk terdampak 538 kejadian bencana tersebut mencapai sebanyak 8.798 kepala keluarga (kk) setara 27.242 jiwa. Sebanyak seorang di antaranya meninggal dunia, dan tiga orang lainnya mengalami luka.(zainulmukhtar)
Editor : Ahmad Sayuti

