Sepekan Berlalu, Humas Lembang Park and Zoo: Umpan untuk Macan Tutul Tak Disentuh
Humas Lembang Park and Zoo, Miftah Setiawan menyebut area penelusuran pencarian macan tutul diperluas hingga di luar kawasan wisata dengan konsep Bavaria itu.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Ngamprah - Humas Lembang Park and Zoo, Miftah Setiawan menyebut area penelusuran pencarian macan tutul diperluas hingga di luar kawasan wisata dengan konsep Bavaria itu.
Seperti diketahui, hampir sepekan macan tutul berusia 3 tahun yang dievakuasi dari bekas kantor desa di Kabupaten Kuningan itu kabur dari kandang karantina.
Berbagai upaya sudah dilakukan namun satwa dengan nama binomoal Panthera Pardus itu masih berkeliaran.
"Untuk penelusuran iya (diperluas), agar kita bisa memastikan perimeternya meluas atau tidak. Kita berharap iya (masih di dalam Lembang Park & Zoo)," kata Miftah, Rabu 9 September 2025.
Menurutnya, meski sepekan sudah berlalu namun macan tutul itu sama sekali tidak menyentuh satwa yang dijadikan umpan seperti domba dan ayam.
Namun, belum ada juga laporan satwa itu mengganggu ternak warga.
"Sampai saat ini belum ada info ternak warga terganggu, kemudian buat umpan juga masih utuh," tuturnya.
"Ini sudah hari ke tujuh semoga ada perkembangan terbaru yang positif," ucapnya.
Sebelumnya, Kepala Balai Besar Konservasi dan Sumber Daya Alam (BBKSDA) Jawa Barat, Agus Arianto menduga macan tutul itu telah keluar dari kawasan objek wisata Lembang Park and Zoo dan mengarah ke kawasan hutan Gunung Tangkuban Parahu.
"Kalau kita ukur jarak antara lokasi dengan kawasan hutan terdekat itu 800 meter, jadi kemungkinan (sudah keluar area Lembang Park & Zoo)," kata Kepala Balai Besar Konservasi dan Sumber Daya Alam (BBKSDA) Jawa Barat, Agus Arianto, Rabu 3 September 2025.
Agus menjelaskan, indikasi macan tutul tersebut keluar dari area Lembang Park & Zoo lalu mengarah ke kawasan hutan Tangkuban Parahu berdasarkan jejak terakhirnya.
Kendati demikian, pihaknya tak bisa langsung memastikan dugaan tersebut.
"Indikasi keluar dari area Lembang Park & Zoo mengarah ke Tangkuban Parahu itu terlihat dari jejak terakhirnya dia, karena di situ (hutan Tangkuban Parahu) juga kan habitatnya," jelasnya.
"Kita kan bareng pemerhati macan tutul, disebut juga memang itu (hutan Tangkuban Parahu) habitatnya juga," sambungnya.
Selain itu, ungkap Agus, macan tutul juga memiliki insting dan sifat alamiah menghindari manusia dan keramaian. Kemudian, jejak kaki macan tutul itu juga sesuai dengan prediksi arah mana yang paling memungkinkan menjadi tujuan karnivora tersebut.
"Makanya kita prediksi arah mana yang kira-kira pergerakannya aman dan nyaman. Dan insting dia kan mencari tempat yang aman dan nyaman buat dia," ujarnya.
"Tapi barangkali prediksi kita juga salah, tentu nanti kita akan sampaikan perkembangannya seperti apa," sambungnya.***
Editor : JakaPermana


