Sikap Kami: Ilham
BAGAIMANA cara orang memandang Jawa Barat di tataran nasional? Salah satunya, Tanah Pasundan adalah pusat pengembangan dan industri tekonologi.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
BAGAIMANA cara orang memandang Jawa Barat di tataran nasional? Salah satunya, Tanah Pasundan adalah pusat pengembangan dan industri tekonologi.
Di era Orde Baru, salah satu yang membanggakan dari Jawa Barat adalah PT Dirgantara Indonesia (PTDI). Tak banyak negara yang memiliki kemampuan teknologi tinggi sehingga bisa membangun pesawat di Asia. Indonesia salah satunya.
Dengan segala pro dan kontranya, PTDI, industri dirgantara yang berpusat di kawasan Husein Sastranegara, adalah kebanggaan Indonesia. Sayangnya, begitu krisis moneter melanda negeri, industri itu terseok-seok.
Betapapun, jejak-jejak PTDI yang digagas dan dibangun Baharuddin Jusuf Habibie tetap ada sampai saat ini. Putranya yang juga memiliki antusiasme di bidang kedrigantaraan. Selain dari Habibie, dia mendapatkan ilmu itu dari dua perguruan tinggi berkelas di dunia, Technical University of Munchen dan Universitas Chicago.
PTDI bukan satu-satunya sumbu pengembangan teknologi Indonesia yang ada di Jawa Barat. Ada lagi PT Len Industri, pemain utama dan satu-satunya industri kereta api di Tanah Air.
Sejumlah bagian dari Lembaga Antariksa dan Penerbangan Nasional (Lapan) juga ada di wilayah Jawa Barat. Ada Pusat Antariksa Bandung, Pusat Teknologi Penerbangan dan Roket Rumpin, Pusat Teknologi Satelit Rancabungur, hingga Balai Uji Teknologi dan Pengamatan Antariksa dan Atmosfer di Garut.
Keunggulan Jawa Barat di bidang tekonologi juga didukung dengan berdirinya Institut Teknologi Bandung (ITB). Tak bisa diragukan, lulusannya adalah pilar-pilar penting dalam industri berkaitan dengan teknologi di Tanah Air saat ini.
Tak pelak lagi, Jawa Barat bersama Jawa Timur adalah wilayah industri teknologi strategis di Indonesia. Teknologi dan industri teknologi adalah brand yang kuat untuk Jawa Barat.
Dalam konteks seperti itu, muncul satu pertanyaan, tidakkah saatnya tiba Jabar dipimpin seorang yang paham soal teknologi. Hanya orang-orang yang paham teknologi yang bisa menguatkan citra Jabar sebagai wilayah industri teknologi itu.
ilham habibie? Satu-satunya nama di antara delapan kandidat pemimpin Jawa Barat, ya hanya dia yang kuat dalam industri tersebut. Mestinya, jika ada keinginan menguatkan posisi Jabar dalam industri teknologi, maka putra sulung mantan Presiden BJ Habibie itu adalah pilihan yang pas.
Tetapi, politik tentu tidak sekadar itu. Betapapun pilihan-pilihan lebih baik muncul, selalu ada faktor-faktor X yang menentukan. Dan, pada banyak kesempatan yang sudah terbukti, faktor-faktor X, seumpama blusukan aneh-aneh, seolah-olah merakyat, kerap menipu pemilih.
Kita cuma berharap, masyarakat Jabar bisa memilih dengan cerdas, menggunakan nurani. Bukan pada kesan-kesan yang dimunculkan di permukaan. (*)
Editor : Zulfirman

