Sikap Kami: Lentera Cinta
ENTAH karena salah pilih label atau jalur musik, Buky Wikagoe tak sesukses adiknya, Nicky Astria. Dia masuk melalui label JK Records, sebuah perusahaan rekaman yang maju secara komersialitas, tapi –oleh pengamat saat itu—dinilai kurang berkualitas.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
ENTAH karena salah pilih label atau jalur musik, Buky Wibawa Karya Mukti --nama panggungnya Bucky Wikagoe-- tak sesukses adiknya, Nicky Astria. Dia masuk melalui label JK Records, sebuah perusahaan rekaman yang maju secara komersialitas, tapi –oleh pengamat saat itu—dinilai kurang berkualitas.
Salah satu lagunya yang cukup terkenal, Samen Leven. Tapi belum cukup terkenal untuk menembus peringkat teratas tangga lagu kala itu.
Tapi, jalan hidup manusia memang berbeda. Jika Nicky menjadi rocker nomor satu Indonesia, Buky lebih kinclong di dunia pendidikan. Setelah lulus Uninus, dia mendapatkan gelar master dan doktor dari Unpad. Sempat jadi dosen luar biasa pasca sarjana Unpad sebelum menceburkan diri ke panggung politik.
Periode lalu, dia jadi anggota DPRD Jawa Barat. Dari Fraksi Gerindra. Periode ini, dia bahkan jadi Ketua DPRD. Satu jajaran dengan Gubernur, Pangdam, Kapolda, dalam Forkopimda.
Lima tahun menjadi anggota DPRD, ditambah dengan aktivitas sosial lainnya, cukup baginya menatap Jabar lebih dalam. Apalagi, dia memang lahir dan hidup di Jabar. Sudah pasti paham A-Z Tanah Pasundan. Pantaslah jadi Ketua DPRD.
Saat dilantik, dia berucap: Jabar sedang tidak baik-baik saja. Ini, buat kita, memiliki kecenderungan pernyataan laksana aktivis. Bukan janji dan angan-angan seperti biasanya politisi.
Salah satu yang dia sorot, soal tata ruang. Ya, memang ada persoalan akut di sini. Ragam upaya sudah dilakukan, tapi tak sedikit yang kandas. Kawasan Bandung Utara, paru-paru sekaligus lumbung air Bandung Raya, belum juga tertuntaskan. Kalau tidak, tetap bisa memicu bencana.
Maka, sebenarnya ada harapan baru dari kepemimpinan Buky. Apa? Bagaimana anggota DPRD memainkan peran sejatinya. Tak hanya sebagai mitra Pemprov Jabar, sekaligus juga wakil rakyat.
Peran kedua, posisi sebagai wakil rakyat, ini yang dalam 5-10 tahun terakhir terasa kurang dari DPRD. Jarang sekali suara kritis muncul dari sana. Kecenderungannya adalah “bermesraan” dengan eksekutif. Padahal, sejatinya, ada hal-hal yang harus disuarakan secara kritis, sebagai bentuk pengawalan terhadap program pemerintah.
Kita berharap Buky bisa mengembangkan semangat DPRD sebagai sparring partner bagi pemerintah itu. Saling mengingatkan demi kebaikan Jawa Barat. Akan lamban kemajuan jika wakil rakyat selalu bersetuju dengan mitranya.
Jabar perlu kolaborasi. Termasuk kolaborasi kritis antara DPRD-Jabar. Tak apa, sepanjang semuanya dimaksudkan untuk kebaikan, bukan untuk mencelakakan.
Buky paham betul soal kolaborasi itu. Sama seperti ketika 38 tahun lalu, dia berkolaborasi dengan Nicky, menghasilkan lagu yang hingga kini masih dikenang: Lentera Cinta.
Terangilah kasih, lentera cintamu itu/Agar ku tak jatuh dalam kegelapan/Agar ku tak jatuh dalam kegelapan. (*)
Editor : Zulfirman

