Sikap Kami: Pajak Seulawah
PAJAK masih menjadi sumber dominan pendapatan negara Indonesia. Jika warga ogah-ogahan membayar pajak, yang disalahkan jangan masyarakat melulu. Pemerintah punya andil terbesar pada rendahnya ketaatan membayar pajak itu.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
pajak masih menjadi sumber dominan pendapatan negara Indonesia. Jika warga ogah-ogahan membayar pajak, yang disalahkan jangan masyarakat melulu. Pemerintah punya andil terbesar pada rendahnya ketaatan membayar pajak itu.
Tahun 2024 lalu, sebanyak 82,4% dari total pendapatan negara, berasal dari pajak. Angkanya Rp2.309,9 triliun. Naik Rp191 triliun dibandingkan tahun sebelumnya.
Di Jawa Barat pun, pendapatan pemerintah dari sektor pajak masih tertinggi. Tahun lalu, dari pajak kendaraan bermotor saja angkanya mencapai Rp9,4 triliun. Artinya, 38% dari pendapatan asli daerah (PAD).
Tapi, tidak semua warga taat membayar pajak. Di Jabar saja, ada 5 juta lebih kendaraan bermotor yang bodong pajak. Hampir sepertiga dari total kendaraan bermotor yang ada di Tanah Pasundan.
Kenapa orang malas membayar pajak? Pemerintah, termasuk di Jawa Barat, memang mulai mempermudah pembayaran pajak. Dengan sistem online, wajib pajak tak perlu lagi ke kantor pajak.
Tapi, itu saja tidak cukup. Banyak pasal penyebab warga malas bayar pajak. Salah satunya adalah akuntabilitas pemanfaatan uang pajak.
Tentu saja, secara tata kelola keuangan, dari sisi pembukuan di atas kertas, pemerintah bisa mempertanggungjawabkannya. Tapi, kadang kertas pertanggungjawaban itu, faktualnya, banyak noda, bahkan kotor.
Banyaknya kebocoran anggaran pemerintah, bahkan melompatnya indeks korupsi, menjadikan masyarakat berpikir berkali-kali untuk membayar pajak. Apalagi, di pengadilan, hukuman bagi koruptor pun alangkah rendahnya.
Juga oleh gaya hedon banyak pejabat dan aparat pemerintah. Masyarakat berpandangan pajak yang mereka bayar dimanfaatkan untuk kehidupan mewah aparatur negara di saat warga negara hidup serba kekurangan.
Maka, jika ingin pendapatan pajak maksimal, selain cara teknis, cara sosiologis juga perlu dijalankan pemerintah. Sederhana: hiduplah dengan sederhana. Hiduplah dengan tipa selira, mempertimbangkan pula banyak warga yang miskin. Untuk apa misalnya pemerintah menghadirkan upah pungut pajak sementara tugas itu adalah tugas pemerintah.
Pemerintah tak bisa menyalahkan warga semata. Kesalahan terbesar ada pada pemerintah. Orang Indonesia itu murah hati. Bahkan nomor satu urutannya di dunia. Bahkan sejak dulu hingga kini.
Tak percaya? Dari mana pemerintah mendapatkan pesawat pertama kali? Seulawah, pesawat angkut pertama itu, bukan didapatkan dari pajak. Tapi dari patungan masyarakat Aceh.
Atau, tengok baik hatinya amak-amak Minangkabau. Mereka mencopot cincin, gelang, kalung, giwang emasnya, mengumpulkan di lapangan, hanya untuk membeli pesawat Avro Anson untuk negara tercinta mereka.
Jadi ayo, kalau mau berubah, harusnya yang pertama berubah adalah perilaku pemerintah. (*)
Editor : Zulfirman

