Silaturahmi Khofifah dan Emil ke Jokowi: Menimba Ilmu Kepemimpinan, Penguatan Hilirisasi, hingga Model Bisnis Program Besar
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa dan Wakil Gubernur Emil Elestianto Dardak melakukan silaturahmi dengan Presiden RI ke-7, Joko Widodo, di kediamannya di Surakarta.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Bandung – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa dan Wakil Gubernur Emil Elestianto Dardak melakukan silaturahmi dengan Presiden RI ke-7, Joko Widodo, di kediamannya di Surakarta.
Pertemuan ini dilakukan setelah keduanya mengikuti kegiatan retret dan dimanfaatkan sebagai ajang untuk menimba pengalaman serta wawasan dari sosok yang telah lama berkecimpung dalam dunia kepemimpinan nasional.
“Kami mendapatkan pengayaan dari pengalaman luar biasa yang beliau miliki, yang tentunya menjadi bekal penting bagi kami dalam memimpin daerah masing-masing,” ujar Khofifah dikutip dari ANTARA.
Dalam diskusi tersebut, Presiden Jokowi menyampaikan beberapa arahan penting, salah satunya terkait perencanaan model bisnis sebelum melaksanakan program berskala besar.
Menurut Jokowi, kesiapan model bisnis dan kepastian pasar merupakan elemen kunci agar sebuah program bisa berjalan dengan efektif dan memberikan manfaat optimal bagi masyarakat.
"Beliau berpesan, dalam memulai program besar, model bisnisnya harus dipersiapkan terlebih dahulu. Pasarnya juga harus dipastikan sebelum dikembangkan lebih masif," jelas Khofifah.
Arahan ini dinilai penting mengingat dinamika global, nasional, hingga lokal yang terus berkembang. Kepala daerah dituntut untuk memiliki strategi kepemimpinan yang adaptif agar mampu menghadapi perubahan dengan lebih sigap dan tepat sasaran.
Selain strategi kepemimpinan, diskusi juga membahas pentingnya hilirisasi industri serta penguatan sektor agro di Jawa Timur. Khofifah menyampaikan bahwa industri manufaktur di Jawa Timur saat ini telah melampaui rata-rata nasional.
Oleh karena itu, hilirisasi menjadi langkah strategis agar investasi yang masuk bisa memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.
"Apa yang menjadi rekomendasi dan masukan dari Presiden ke-7 ini akan menjadi perhatian bagi kami untuk diterapkan di Jawa Timur," ungkapnya.
Sektor agro juga menjadi perhatian dalam pembahasan tersebut. Jawa Timur memiliki potensi besar di bidang pertanian dan perkebunan dengan sejumlah produk unggulan seperti alpukat, durian, salak, kelapa, hingga ikan hias yang kini tengah diminati pasar.
Dengan optimalisasi pengolahan dan pemasaran, produk-produk ini diharapkan bisa memberikan kontribusi lebih besar terhadap perekonomian daerah.
Silaturahmi untuk Memperluas Jejaring dan Meningkatkan Kinerja
Lebih lanjut, Khofifah menilai bahwa pertemuan ini bukan sekadar kunjungan biasa, melainkan momentum strategis untuk memperkuat sinergi dan kolaborasi dengan berbagai pihak.
Menurutnya, wejangan yang diberikan oleh Jokowi sangat memotivasi para kepala daerah untuk meningkatkan kinerja pemerintahan mereka.
"Dawuh-dawuh (pesan-pesan) beliau sangat memotivasi kami agar bisa bekerja lebih baik, lebih cepat, dan lebih trengginas," tuturnya.
Khofifah optimistis bahwa melalui silaturahmi ini, jejaring kerja sama akan semakin luas dan mampu membawa manfaat bagi pembangunan di Jawa Timur.***
Editor : Yosep Saepul Ramadan


