Singgung Rudy Gunawan, Dedi Mulyadi Sebut Garut Paling Banyak Jalan 'Butut' di Jabar

Dedi Mulyadi singgung Rudy Gunawan sebut Garut saat ini paling banyak miliki jalan rusak di Jabar.

Singgung Rudy Gunawan, Dedi Mulyadi Sebut Garut Paling Banyak Jalan 'Butut' di Jabar
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi dan mantan Bupati Garut Rudy Gunawan.

INILAHKORAN, Bandung - Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi ungkap saat ini pemerintah Provinsi Jabar tengah memperbaiki jalan-jalan rusak.

Saat ini Pemprov Jawa Barat tengah berbenah memperbaiki Jabar dengan memprioritaskan perbaikan jalan-jalan rusak di setiap Kabupaten.

Perbaikan jalan ini dilakukan dengan bantuan dana dari Provinsi ke Kabupaten yang diberikan dua kali lipat dari tahun sebelumnya.

"Kami akan membagi skala prioritas yaitu menyelesaikan jalan-jalan yang jelek di desa secara bertahap dan nanti menyebar keseluruh provinsi Jawa Barat," tutur Dedi Mulyadi dalam unggahan video Intagramnya.

Namun Dedi Mulyadi mempertanyakan dari semua Kabupaten di Jawa Barat mengapa Kabupaten Garut paling banyak memiliki jalan rusak di desa saat pemerintah mendapat bantuan dana hingga triliunan.

Pernyataan ini menyinggung pertanyaan mantan Bupati Garut, Rudy Gunawan, yang menyebutkan kini dana bantuan dari provinsi dikurangi.

"Hari ini saya banyak sekali mendapatkan komplen dari warga bapak yang di daerah-daerah pedesaan terutama Garut Selatan, mereka selalu komplen jalan butut (rusak), jembatan butut, itu saja yang diomongin," tutur Dedi Mulyadi.

Dia melanjutkan, "Karena saya mendapat komplen dari warga Garut secara terus menerus terutama daerah pedesaan ini tuh yang paling sering komplen tuh Garut dan Sukabumi nah maka saya berinisiatif untuk merubah cara pengelolaan bantuan keuangan."

"Jadi dana untuk desa bukan dikurangi pak, ditambah lebih besar lagi dibanding tahun yang lalu malah dua kali lipat, cuman kami akan membagi skala prioritas," tambahnya.

Sebelumnya Rudy Gunawan menyinggung soal bantuan dana dari Provinsi yang diterima Kabupaten Garut kini berkurang.

Di mana harusnya mendapat Rp130 miliar, kini hanya mendapat Rp40 miliar yang menurutnya kurang untuk memperbaiki jalan ruska di desa.***


Editor : Irma Nurfajri