Sistem Baru Haji 2026 di Jabar: Tak Ada Lagi ‘Salip Antrean’, Lima Daerah Naik Kuota Dua Kali Lipat

Sistem pemberangkatan calon jemaah haji asal Jawa Barat tahun 2026 dipastikan berubah total.

Sistem Baru Haji 2026 di Jabar: Tak Ada Lagi ‘Salip Antrean’, Lima Daerah Naik Kuota Dua Kali Lipat
Sistem pemberangkatan calon jemaah haji asal Jawa Barat tahun 2026 dipastikan berubah total.

inilahbandung.com - Sistem pemberangkatan calon jemaah haji asal Jawa Barat tahun 2026 dipastikan berubah total. Jika sebelumnya kuota ditentukan berdasarkan jumlah penduduk muslim di tiap kabupaten/kota, kini ditetapkan berdasarkan nomor urut antrean dari tingkat provinsi.

Perubahan ini otomatis mengubah peta kuota haji antarwilayah. Beberapa daerah mengalami lonjakan jumlah kursi, sementara sebagian lain justru mengalami penurunan signifikan.

Adapun total kuota jemaah haji asal Jabar tahun 2026 tercatat 29.643 orang, terdiri atas 27.833 jemaah reguler, 1.482 lansia, 205 pembimbing KBIHU, dan 123 petugas haji daerah (PHD).

“Karena nomor diurut nomor 1 sampai nomor 27.833 (kuota reguler) itu sudah ada nama-nama jemaah by name by address lengkap dengan kabupaten kotanya. Dan kami nanti akan meminta teman-teman di kabupaten kota untuk melakukan verifikasi,” ujar Plt Kepala Kanwil Kemenhaj Jawa Barat, Boy Hari Novian, Rabu 12 November 2025.

Kementerian haji dan Umrah (Kemenhaj) Jabar mencatat, ada lima daerah yang kuotanya menurun akibat penerapan sistem baru ini, yaitu Kabupaten Cianjur, Garut, Sukabumi, Sumedang, dan Kota Banjar.

Meski begitu, Boy memastikan, setiap calon jemaah tetap akan diverifikasi terlebih dahulu untuk memastikan kesiapannya berangkat.

“Apakah memang nomor ini siap berangkat, kalau memang tidak siap berangkat itu nanti akan kami minta surat pernyataan bahwa tidak siap atau menunda keberangkatan di tahun ini, sehingga nomor yang di bawahnya itu akan otomatis naik,” jelasnya.

Boy menegaskan, sistem baru ini menjamin transparansi dan keadilan bagi seluruh calon jemaah. Tidak akan ada lagi praktik “salip-menyalip” antrean antarwilayah seperti sebelumnya.

“Jadi kemungkinan jemaah ini pergerakannya jelas. Berarti yang nomor di bawahnya pasti akan otomatis naik. Jadi tidak lagi ada salip-salipan seperti itu. Dan ini bisa terbuka, transparan, semua bisa diakses melalui aplikasi Satu haji,” ujarnya.

Sebaliknya, lima daerah lain justru mengalami kenaikan kuota cukup besar, bahkan ada yang meningkat hingga dua kali lipat. Daerah tersebut adalah Kota Tasikmalaya, Kota Bekasi, Kota Depok, Kabupaten Bekasi, dan Kabupaten Indramayu.

“Kami akan kumpulkan untuk kabupaten kota yang memang mendapatkan kuota lebih banyak dibandingkan tahun lalu sampai dua kali lipat seperti Kota Bekasi atau Kabupaten Bekasi. Kami akan melakukan mitigasi,” tutur Boy.

Namun, ia mengingatkan, peningkatan kuota belum tentu seluruhnya bisa terserap, sebab kesiapan jemaah tetap menjadi faktor utama.

“Jadi dengan peningkatan kuota ini tidak otomatis pasti juga akan bisa terserap. Kami akan memastikan bahwa 5.000 orang ini atau 4.900 sekian orang ini memang benar-benar siap atau tidak,” katanya.

“Sehingga, ketika tidak siap di tahun ini itu kami minta surat pernyataan yang di bawahnya bisa naik, dan itu kami akan mengurangi ketidakterserapan kuota,” tambah Boy.

Kuota haji Jawa Barat 2026 Berdasarkan Kabupaten/Kota:

No Daerah Kuota

1 Kabupaten Cianjur 59
2 Kabupaten Garut 109
3 Kota Banjar 10
4 Kabupaten Sukabumi 124
5 Kabupaten Bandung Barat 127
6 Kota Sukabumi 28
7 Kabupaten Bandung 430
8 Kabupaten Subang 244
9 Kabupaten Majalengka 532
10 Kabupaten Bogor 1.598
11 Kota Cirebon 174
12 Kabupaten Purwakarta 398
13 Kabupaten Kuningan 344
14 Kota Bogor 603
15 Kota Bandung 1.495
16 Kabupaten Karawang 1.719
17 Kabupaten Pangandaran 154
18 Kota Cimahi 536
19 Kabupaten Cirebon 2.764
20 Kota Depok 2.567
21 Kabupaten Indramayu 2.885
22 Kabupaten Bekasi 3.558
23 Kota Bekasi 4.964
24 Kota Tasikmalaya 1.331
25 Kabupaten Ciamis 703
26 Kabupaten Tasikmalaya 305
27 Kabupaten Sumedang 72 


Editor : Bsafaat