Siswa SLB ABCD Caringin Tidak Lagi Khawatir Karena Kelas Bocor, Usai Direnovasi Ipsos Foundation

Siswa SLB ABCD Caringin Tidak Lagi Khawatir Karena Kelas Bocor, Usai Direnovasi Ipsos Foundation

INILAHKORAN, Bandung - Senyum sumringah terpancar dari raut wajah siswa SLB ABCD Caringin, karena tidak perlu khawatir lagi kebasahan karena atap kelas yang bocor, usai direnovasi Ipsos Foundation.

Kini 65 siswa berkebutuhan khusus SLB ABCD Caringin, yang terdiri dari tingkat SD, SMP dan SMA dapat bersekolah lebih tenang, walaupun tengah hujan.

Enam kelas yang sebelumnya kerap banjir, karena atapnya bocor. Kini telah direvitalisasi, dengan material lebih kokoh dari Ipsos Foundation. Total sekitar Rp300 juta dikucurkan Ipsos Foundation, untuk membantu SLB ABCD Caringin dalam merevitalisasi ruang kelas.

Executive Director Ipsos Indonesia Andi Sukma menuturkan, inisiatif ini merupakan bagian dari misi berkelanjutan Ipsos Foundation untuk terus meningkatkan fasilitas pendidikan bagi anak-anak penyandang disabilitas di Indonesia.

Selain renovasi, Ipsos Foundation juga menyelenggarakan workshop daur ulang plastik bagi para guru di sekolah ini, yang bertujuan untuk membekali para guru dengan keterampilan praktis dalam pengelolaan limbah serta memberikan peluang menciptakan pendapatan.

Workshop ini mendorong kemandirian dan memungkinkan guru serta siswa untuk menciptakan produk bernilai dari bahan daur ulang.

"Jadi Ipsos Foundation itu punya komitmen sebenarnya, untuk memberikan kontribusi kepada masyarakat dan salah satu prioritas kita tentunya di bidang pendidikan. Jadi ini tidak hanya merupakan kegiatan pertama, sebelumnya kita juga sudah pernah melakukan kegiatan serupa," ujar Andi di SLB ABCD Caringin, Selasa 19 November 2024.

Dimana sebelumnya, juga turut membantu korban terdampak gempa di Kabupaten Cianjur beberapa waktu lalu. Berupa memberikan fasilitas pendidikan, sarana dan prasarana yang rusak akibat gempa.

"Jadi kita yakin, bahwa memang penting sekali Ipsos memberikan komitmen kepada masyarakat betapa pentingnya pendidikan supaya bisa dirasakan oleh semua orang," ucapnya.

Andi melanjutkan, dari survei Ipsos Education Monitor pada 2023 lalu, menunjukkan bahwa 72 persen masyarakat Indonesia percaya jika institusi pendidikan masih kekurangan sumber daya yang memadai.

"Inisiatif seperti ini sangat penting untuk mendorong perubahan positif. Kami bertujuan untuk memberikan dampak tidak hanya bagi para guru dan siswa, tetapi juga bagi lingkungan," imbuhnya.

Dia berharap, dengan adanya inisiasi ini dapat menstimulus stakeholders lain untuk berkontribusi untuk meningkatkan kualitas pendidikan, terutama di sekolah luar biasa.

Pendiri Yayasan Lara Adam Mulia dan pemilik SLB ABCD Caringin, Tatang mengatakan, pihaknya sangat bersyukur dengan adanya bantuan renovasi bangunan dari Ipsos Foundation ini.

"Kami dari SLB swasta terbatas untuk pendanaan membangun ini. Adanya bantuan dari Ipsos ini, kita bersyukur. Kita bisa nyaman untuk belajar. Ditambah lagi ada workshop, jadi menambah ilmu kita," tuturnya.

Pengawas SLB Dinas Pendidikan Kota Bandung NE Julaeha Mardiah pihaknya mengapresiasi dengan adanya bantuan dari Ipsos ini, karena telah meringankan beban pemerintah dalam menyempurnakan lingkungan pendidikan. Mengingat pemerintah memiliki keterbatasan dalam anggaran.

"Alhamdulillah karena sudah ada bantuan dari Ipsos ini. SLB ini sudah termasuk bagus dan berkualitas," kata dia.

Sementara Kepala Sekolah SLB ABCD Iis Kartisah menambahkan, dengan adanya perbaikan ini diharapkan mampu meningkatkan kualitas sekolah tersebut.

Terlebih kini siswa SLB ABCD Caringin ungkap dia, tengah persiapan menghadapi perlombaan di Kalimantan.

"Alhamdulillah sekarang sudah lebih nyaman. Juga anak kita Alhamdulillah di bidang olahraga, sudah bisa ke tingkat nasional," ucapnya.

Ipsos Foundation sendiri merupakan bagian dari Ipsos, salah satu perusahaan riset pasar dan jajak pendapat terbesar di dunia dan telah beroperasi di 90 pasar.

Didirikan di Prancis pada 1975, Ipsos telah terdaftar di Euronext Paris sejak 1 Juli 1999. Perusahaan ini merupakan bagian dari indeks SBF 120 dan Mid-60 dan memenuhi syarat untuk Deferred Settlement Service (SRD). (Yuliantono)


Editor : Ahmad Sayuti