Sopir Ambulans Tersesat Antar Jenazah, Ternyata Penunjuk Arah Juga Pasien RSJ
Viral momen yang memperlihatkan sopir ambulans kebingungan aaat antar jenazah.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN - Sebuah video pendek yang memperlihatkan seorang sopir ambulans kebingungan saat mengantar jenazah pasien Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Dadi Makassar ke Kabupaten Gowa menjadi viral di media sosial, Jumat 13 Juni 2025.
Peristiwa ini mencuri perhatian warganet karena situasinya yang tak biasa dan menyentuh sisi emosional sekaligus humoris publik.
Dalam tayangan yang diunggah ke berbagai platform seperti TikTok dan Instagram, sopir ambulans tampak bingung menentukan arah menuju rumah duka karena tak diberi informasi yang jelas.
Ia semula dijanjikan akan dibantu oleh dua pengantar yang mengaku mengetahui lokasi tujuan. Namun, di tengah perjalanan, sopir tersebut menyadari bahwa keduanya juga adalah pasien RSJ yang turut pulang bersama jenazah rekan mereka.
“Gowa… apa namanya kampungnya?” tanya sang sopir dalam video. Namun, jawaban yang diberikan terdengar samar dan tidak membantu memperjelas arah tujuan.
Belakangan diketahui, dua pengantar jenazah bernama Sahar dan Markus. Mereka disebut sebagai sesama pasien dengan jenazah yang dibawa, yakni seorang ODGJ (Orang dengan Gangguan Jiwa) yang meninggal dunia di RSJ Dadi.
Karena tak kunjung menemukan alamat yang jelas, sopir pun mengaku pusing dan semakin bingung di tengah perjalanan.
“Saya kira mereka tahu alamatnya, makanya saya berangkat. Ternyata malah tambah bingung, saya juga ikut stres,” ungkap sopir dalam keterangannya.
Video tersebut langsung memicu berbagai reaksi dari netizen. Sebagian mengaku terharu melihat kebersamaan sesama pasien, namun tak sedikit pula yang menanggapinya dengan candaan:
“Pak… ujian hidup ta berat sekali,” tulis salah satu pengguna.
“Habis antar jenazah, sopirnya langsung masuk RSJ juga kayaknya,” komentar warganet lain.
Peristiwa ini telah menyebar luas dan diberitakan di sejumlah media lokal serta akun media sosial, dengan narasi yang menyoroti kekacauan akibat informasi alamat yang tidak jelas dan kondisi penunjuk jalan yang tidak bisa diandalkan.
Editor : Firda Rachmawati


