SPMB di Kota Bandung Akan Dikawal Ketat

Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Bandung, Asep Saeful Gufron menegaskan, pihaknya akan memperkuat pengawasan terhadap pelaksanaan seleksi penerimaan murid baru (SPMB) di Kota Bandung.

SPMB di Kota Bandung Akan Dikawal Ketat

INILAHKORAN, Bandung - Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Bandung, Asep Saeful Gufron menegaskan, pihaknya akan memperkuat pengawasan terhadap pelaksanaan seleksi penerimaan murid baru (SPMB) di Kota Bandung.

Hal ini disampaikannya usai menerima arahan dari Wali Kota Bandung Muhammad Farhan, terkait langkah strategis dalam menghadapi potensi permasalahan dalam proses seleksi tersebut.

"Pak Wali sudah menyampaikan langkah dan strategi untuk mengatasi persoalan pelaksanaan SPMB. Ke depan, kita semua harus mengawal kebijakan ini bersama-sama," kata Asep Saeful Gufron, Senin 16 Juni 2025.

Menurut ia, indikasi yang sempat mencuat terkait dugaan pelanggaran di empat sekolah masih sebatas temuan awal dan belum mengarah pada adanya bukti transaksi atau pungutan liar.

"Itu masih indikasi. Belum terbukti. Bahkan kemarin juga sudah dilakukan tindak lanjut oleh saber pungli tingkat provinsi dan kota. Alhamdulillah, hasilnya sejauh ini menggembirakan, tidak ada hal-hal seperti itu," ucapnya.

Meski demikian, pihaknya tetap akan mengambil langkah serius dengan melakukan evaluasi secara menyeluruh. Baik di tingkat dinas maupun di sekolah.

"Kita akan konsolidasi terlebih dahulu dengan jajaran internal dan para kepala sekolah. Evaluasi juga terus dilakukan untuk memastikan pelaksanaan SPMB sesuai aturan dan prosedur yang disepakati bersama," ujar dia.

Asep juga menekankan pentingnya integritas seluruh pihak dalam menyukseskan proses SPMB. "Arahan dari pak wali jelas, kita harus bekerja keras dan menjaga integritas dalam menyelesaikan persoalan-persoalan pendidikan di Kota Bandung," tandasnya.

Sebagai langkah konkret, Disdik Kota Bandung ditambahkan ia akan membentuk tim pengawas yang akan memantau langsung jalannya proses seleksi. *


Editor : Ahmad Sayuti