Stadion Watubelah Perlahan Disulap Jadi Episentrum Olahraga
Pemkab Cirebon kini tengah memproyeksikan Stadion Watubelah menjadi episentrum atau pusat kegiatan olahraga
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID - Sore hari di Stadion Watubelah kini terasa berbeda. Selain derap kaki warga yang berolahraga, kini tawa pun silih sahut-sahutan mengiringi aktivitas mereka.
Stadion yang dulu kerap dipandang sebelah mata, perlahan berubah menjadi ruang harapan baru bagi kebangkitan olahraga Kabupaten Cirebon. Perubahan itu tak lepas dari upaya serius Komite olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Cirebon yang tengah menata Stadion Watubelah sebagai episentrum olahraga daerah.
Penataan secara perlahan ini diproyeksikan bukan hanya sebagai tempat latihan atlet, tetapi juga ruang publik yang ramah bagi masyarakat untuk berolahraga.
Ketua KONI Kabupaten Cirebon, Agus Kurniawan Budiman, mengatakan, penataan Stadion Watubelah merupakan bagian dari strategi jangka panjang dalam meningkatkan prestasi olahraga sekaligus memasyarakatkan olahraga.
“Stadion Watubelah kita siapkan sebagai pusat pembinaan. Atlet bisa berlatih lebih fokus, terpantau, dan masyarakat juga bisa merasakan manfaatnya. Prestasi dan budaya olahraga harus berjalan beriringan,” ujarnya, Senin 5 Januari 2026.
Langkah tersebut menjadi semakin relevan seiring persiapan Kabupaten Cirebon menghadapi Pekan olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Barat 2026. Stadion Watubelah direncanakan menjadi lokasi Training Centre (TC) bagi sejumlah cabang olahraga yang telah lolos babak kualifikasi.
Namun, dampak penataan stadion ini tak hanya dirasakan atlet. Masyarakat pun mulai merasakan perubahan nyata.
Rudi (34), warga yang sedang berolahraga di Stadion Watubelah, mengaku kini lebih sering datang ke stadion untuk berolahraga. Menurutnya, kondisi stadion sudah jauh lebih nyaman dibandingkan sebelumnya.
“Sekarang lebih enak. Halaman mulai tertata, suasananya juga hidup. Pagi banyak yang jogging, sore ada atlet latihan. Jadi kita ikut semangat olahraga,” kata Rudi.
Hal senada disampaikan Anisa (27), warga Kecamatan Sumber, yang rutin berolahraga di Stadion Watubelah bersama teman-temannya. Ia menilai stadion kini tidak hanya menjadi milik atlet, tetapi juga ruang aman dan nyaman bagi masyarakat umum.
“Dulu kesannya stadion cuma buat event tertentu. Sekarang beda, lebih terbuka. Kita olahraga jadi lebih nyaman dan merasa aman,” ujarnya.
Sorotan positif dari masyarakat ini menjadi penanda bahwa upaya KONI Kabupaten Cirebon mulai membuahkan hasil. Stadion Watubelah perlahan bertransformasi dari sekadar fasilitas olahraga menjadi pusat aktivitas, interaksi, dan semangat hidup sehat.
Bagi KONI Kabupaten Cirebon, stadion yang hidup bukan hanya tentang bangunan dan fasilitas, tetapi tentang ekosistem olahraga yang tumbuh. Ketika atlet berprestasi dan masyarakat gemar berolahraga, maka tujuan besar membangun olahraga daerah akan tercapai.
Stadion Watubelah kini tak lagi sekadar tempat bertanding. Ia menjelma menjadi simbol optimisme bahwa dari stadion inilah, prestasi dan budaya olahraga Kabupaten Cirebon akan terus bergerak maju.
Editor : Ahmad Sayuti


