Tak Hanya di Cimahi, Puluhan Penyelenggara Pemilu 2024 di KBB Mendapat Penanganan Kesehatan Lantaran Kelelahan 

Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bandung Barat (KBB) mencatat sebanyak 25 petugas penyelenggara Pemilu 2024 di KBB harus mendapatkan penanganan kesehatan lantaran kelelahan selama bertugas.

Tak Hanya di Cimahi, Puluhan Penyelenggara Pemilu 2024 di KBB Mendapat Penanganan Kesehatan Lantaran Kelelahan 
Kepala Dinkes KBB Hernawan Widjayanto mengatakan, secara rinci 25 petugas penyelenggara Pemilu 2024 di KBB yang harus mendapatkan penanganan kesehatan, antara lain 9 orang petugas KPPS, 1 orang Linmas, 2 orang masyarakat pemilih dan 3 orang PPS. Mereka kelelahan saat menjalankan tugas saat pemungutan suara. (ilustrasi/agus satia negara)

INILAHKORAN, Ngamprah - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bandung Barat (KBB) mencatat sebanyak 25 petugas penyelenggara Pemilu 2024 di KBB harus mendapatkan penanganan kesehatan lantaran kelelahan selama bertugas.

Kepala Dinkes KBB Hernawan Widjayanto mengatakan, secara rinci 25 petugas penyelenggara Pemilu 2024 di KBB yang harus mendapatkan penanganan kesehatan, antara lain 9 orang petugas KPPS, 1 orang Linmas, 2 orang masyarakat pemilih dan 3 orang PPS. Mereka kelelahan saat menjalankan tugas saat pemungutan suara.

"Termasuk 25 orang petugas penyelenggara Pemilu 2024 di KBB itu yakni Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) sebanyak 5 orang dan sisanya 5 orang petugas keamanan," katanya kepada wartawan.

Sejak awal Februari 2024, ungkap Hernawan, Dinkes KBB telah mempersiapkan tenaga kesehatan (Nakes) guna menunjang pelaksanaan Pemilu 2024.

"Sebelumnya kita juga melakukan senam bersama dengan para penyelenggara Pemilu di setiap Puskesmas sebelum hari pemungutan suara pada 14 Februari 2024," ungkapnya.

Tak hanya itu, terang Hernawan, dalam pelaksanaan Pemilu 2024 ini pihaknya mengoptimalkan para petugas tenaga medis hingga tingkat wilayah dengan membaginya dalam 2 tim, antara lain tim medis statis dan mobile.

"Selain yang standby di Puskesmas kita juga menyiapkan tenaga medis yang mobile dengan bergerak ke setiap TPS di seluruh wilayah Kabupaten Bandung Barat," terangnya.

"Kami pun menyiagakan seluruh sebanyak 32 Puskesmas ditambah 3 RSUD dan jejaring RS swasta," sambungnya.

Hernawan menyebut, puluhan petugas penyelenggara Pemilu 2024 yang mengalami gangguan kesehatan mayoritas mengalami kelelahan saat bertugas.

Kendati demikian, semuanya sudah mendapatkan penanganan medis, seperti mendapat pemeriksaan dan pemberian obat.

"Semuanya rawat jalan tidak ada yang dirujuk ke rumah sakit untuk menjalani perawatan lanjutan," ujarnya.

Hingga saat ini, tambah Hernawan, pihaknya masih menyiagakan petugas hingga empat hari pasca pencoblosan. 

Menurutnya, hal tersebut dilakukan guna mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan. 

"Kita bakal terus bersiaga 24 jam sampai H+4 sesuai dengan surat edaran. Mudah-mudahan semuanya berjalan lancar," tukasnya.

Tak hanya di KBB, kondisi serupa juga menimpa belasan petugas penyelenggara Pemilu 2024 di Kota Cimahi. Sebelumnya, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Cimahi mulai mendapati laporan ada belasan Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) yang mulai tumbang lantaran kelelahan dalam menjalankan tugasnya.

Ketua KPU Kota Cimahi, Anzhar Ishal Afryand mengatakan, berdasarkan Data Fasyankes Online (DFO) per tanggal 14 Februari 2024 tercatat ada 11 petugas KPPS  dan 1 orang linmas yang harus mendapatkan pemeriksaan kesehatan.

"Laporan hasil pemantauan dan skrining kesehatan yang dilakukan Dinkes Kota Cimahi kepada petugas Pemilu ada 12 orang yang harus mendapatkan penanganan kesehatan lantaran kelelahan," kata Anzhar saat dihubungi, Kamis 15 Februari 2024.

Anzhar menyebut, dari 12 orang yang harus mendapatkan penanganan kesehatan, dua orang harus dirawat di dua rumah sakit yang ada di Kota Cimahi.

"Dari pantauan yang dilakukan sejak pukul 08.00 WIB hingga pukul 23.59 WIB kemarin ada dua orang yang dirawat di rumah sakit yang berbeda. 1 dirawat di Rumah Sakit Dustira dan 1 orang dirawat di Rumah Sakit Mal," sebutnya.

Sejauh ini, lanjut Anzhar, yang dilaporkan harus mendapatkan penanganan kesehatan baru petugas KPPS dan Linmas. Sedangkan, untuk Panwaslu, Pemilih, Saksi, PPS da PPK belum ada lagi yang masuk.

"Berdasarkan informasi, kebanyakan dari mereka mengalami demam dan Nasofaringitis atau infeksi primer pada nasofaring dan hidung yang sering mengeluarkan cairan," ujarnya.

Meski begitu, ungkap Anzhar, KPU Kota Cimahi tentu terus memonitoring dan berkoordinasi dengan Dinkes dan puskesmas-puskesmas yang ada di Cimahi. 

"Termasuk dengan PPK dan PPS guna memantau kondisi kesehatan para penyelenggara Pemilu di wilayahnya," ungkapnya. (agus satia negara)


Editor : Doni Ramdhani