Video ENHYPEN Ini Kembali Viral Diduga jadi Alasan Heeseung Keluar dari Grup?

Heeseung keluar dari ENHYPEN diduga karena kelelahan pada aktivitas grup yang begitu padat.

Video ENHYPEN Ini Kembali Viral Diduga jadi Alasan Heeseung Keluar dari Grup?
Heeseung mantan member ENHYPEN.

INILAHKORAN, Bandung - Saat ini masih banyak penggemar K-Pop yang tidak percaya akan kepergian Heeseung dari ENHYPEN.

Sebuah video lama mantan member ENHYPEN, Heeseung, kembali muncul dan menjadi viral, dengan netizen mengklaim bahwa video tersebut mungkin mengungkap alasan "sebenarnya" di balik kepergiannya dari grup baru-baru ini.

Klip tersebut, yang awalnya difilmkan sekitar dua bulan lalu, menunjukkan Heeseung merekam "panduan nyanyian penggemar" yang umum.

Video-video ini biasanya dirilis oleh idola K-Pop untuk membantu penggemar mempelajari nyanyian penggemar resmi untuk lagu sebuah grup.

Saat video itu pertama kali diunggah, beberapa penggemar sudah menyatakan kekhawatiran tentang kesehatan dan kondisi Heeseung.

ENHYPEN sedang menjalani masa yang sangat sibuk dengan promosi yang sering dan jadwal yang padat.

"Ini benar-benar terlalu serius… Ini membuat hatiku hancur. Aku sungguh khawatir," ungkap penggemar via X.

Setelah Heeseung keluar dari grup, netizen mulai meninjau kembali klip tersebut. Sementara sebagian percaya bahwa momen itu mencerminkan kelelahan akibat jadwal grup yang padat, sebagian lainnya telah melangkah lebih jauh dengan spekulasi mereka.

Beberapa pihak kini menduga Heeseung mungkin sudah bosan dengan grup itu sendiri, dan meninggalkan komentar-komentar pedas.

"Silakan tidur sekarang," komentar penggemar yang sama, diduga mendukung kepergian Heeseung dari ENHYPEN

Mereka berpendapat bahwa kurangnya antusiasme dalam klip tersebut mengisyaratkan rasa frustrasi yang lebih dalam, terutama mengingat dia memilih untuk tetap bersama perusahaan meskipun meninggalkan tim.

"Ini konyol, orang-orang masih mengkhawatirkannya saat itu. Sekarang jawabannya terungkap, dia hanya lelah dengan tim, meninggalkan para member tetapi tidak meninggalkan perusahaan."

"Ya, dia memang sudah lelah dengan kehidupan sebagai idola," "Pada titik itu, meninggalkan grup mungkin sebenarnya adalah pilihan yang tepat," "Tidak, pada level itu, saya rasa mungkin tepat untuk mundur."***


Editor : Irma Nurfajri