Tak Lagi di Hotel, Para Legislator di KBB Gelar Kegiatan Rapat di Gedung DPRD
Ketua DPRD KBB Muhammad Mahdi memastikan seluruh kegiatan rapat dan pembahasan dewan bakal dialihkan dan dilaksanakan secara terpusat di gedung dewan.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID - Ketua DPRD Kabupaten Bandung Barat (KBB) Muhammad Mahdi memastikan seluruh kegiatan rapat dan pembahasan dewan bakal dialihkan dan dilaksanakan secara terpusat di Gedung DPRD.
Kebijakan itu sekaligus mengakhiri praktik penyelenggaraan rapat di luar gedung. Termasuk di hotel-hotel yang selama ini menjadi sorotan terkait pemborosan anggaran dan efektivitas kinerja.
"Keputusan tersebut diambil sebagai bentuk kepatuhan terhadap arahan KPK melalui koordinasi, supervisi dan pencegahan (Korsupgah), serta selaras dengan semangat efisiensi yang dicanangkan Presiden dan diikuti Pemprov Jabar," kata Mahdi saat ditemui, Senin (18/8/2026).
Mahdi menegaskan, langkah ini bukan sekadar perpindahan tempat, namun perubahan budaya kerja yang lebih hemat, tepat sasaran dan akuntabel.
"Mulai hari ini dan seterusnya, insyaallah rapat-rapat semua dialokasikan di kantor dewan. Sesuai dengan arahan dari KPK Korsupgah," tegasnya.
Secara finansial, Mahdi menilai, pengalihan lokasi rapat itu dinilai memberikan dampak penghematan yang signifikan, meskipun angka pastinya belum dapat disebutkan secara rinci.
Dia menjelaskan, meskipun penyediaan konsumsi tetap dilakukan di gedung dewan, namun biaya sewa ruangan dan berbagai biaya tambahan yang timbul saat rapat di hotel tidak lagi dikeluarkan, sehingga penghematan yang dirasakan cukup besar.
"Signifikan, ya pasti signifikan lah. Kalau setengahnya enggak lah, karena tetap menyiapkan konsumsi," jelasnya.
"Tapi di hotel kan selain konsumsi, ada biaya ruangan dan lainnya. Jadi efisiensinya jelas terasa," sambungnya.
Selain penghematan anggaran, ungkap Mahdi, keuntungan terbesar berpindahnya rapat ke gedung dewan itu dari aspek efektivitas dan efisiensi waktu.
Di gedung sendiri, para anggota dewan dan perangkat daerah dapat menggelar rapat tanpa dibatasi jam operasional atau dikejar-kejar waktu seperti halnya di tempat sewa. Hal ini memungkinkan pembahasan berjalan lebih mendalam, tenang, dan tuntas tanpa terburu-buru.
"Pasti efektif. Di sini kita bisa berlama-lama, di tempat sendiri, tidak terbatas waktu. Kalau di hotel kan otomatis kita akan dikejar waktu, tempatnya bukan milik kita," imbuhnya.
Selama ini, rapat-rapat yang melibatkan undangan dari dinas-dinas seringkali membutuhkan ruangan yang cukup luas, sehingga dianggap perlu diselenggarakan di luar gedung.
Namun, setelah dilakukan penataan dan penyesuaian ruang di Gedung DPRD KBB, kini seluruh kebutuhan ruang rapat sudah dapat dipenuhi secara mandiri.
"Sebenarnya rapat yang di luar lebih ke yang mengundang dinas-dinas, butuh ruangan besar. Alhamdulillah setelah direkayasa dan disiapkan fasilitas di sini, ternyata sudah bisa hari ini," ucapnya.
Kendati begitu, Mahdi mengakui masih ada beberapa hal yang perlu dibenahi dan dilengkapi agar kenyamanan dan kualitas rapat semakin optimal.
"Memang masih ada beberapa perangkat penunjang seperti sound system dinilai belum sepenuhnya sempurna dan akan segera diperbaiki," katanya.
Mahdi menyebut, peningkatan fasilitas ini bakal dilakukan secara bertahap dan berkelanjutan demi mendukung kinerja dewan yang lebih baik, hemat, dan transparan ke depannya.
"Pasti ada yang perlu ditambah. Seperti tadi sound system masih belum sempurna, itu semua akan kami benahi. Insyaallah, ini baru awal, semoga semakin maksimal," pungkasnya.
Editor : Doni Ramdhani

