Tangani Limbah Batu Bara di Cihampelas, DLH KBB Bakal Lakukan Langkah Solidifikasi

Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bandung Barat (DLH KBB) bakal melakukan sejumlah langkah penanganan limbah batu bara di Cihampelas yang menumpuk di sepanjang Jalan Irigasi, Kampung Rongga.

Tangani Limbah Batu Bara di Cihampelas, DLH KBB Bakal Lakukan Langkah Solidifikasi
Rencananya, DLH KBB menangani limbah batu bara di Cihampelas itu dilakukan dengan metode solidifikasi atau proses pemadatan limbah pembakaran batu bara atau dikenal dengan sebutan Fly Ash dan Bottom Ash (FABA) yang mencemari kawasan tersebut. (agus satia negara)

INILAHKORAN, Ngamprah - Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bandung Barat (DLH KBB) bakal melakukan sejumlah langkah penanganan limbah batu bara di Cihampelas yang menumpuk di sepanjang Jalan Irigasi, Kampung Rongga.

Rencananya, DLH KBB menangani limbah batu bara di Cihampelas itu dilakukan dengan metode solidifikasi atau proses pemadatan limbah pembakaran batu bara atau dikenal dengan sebutan Fly Ash dan Bottom Ash (FABA) yang mencemari kawasan tersebut.

"Rencana solidifikasi limbah batu bara di Cihampelas ini dilakukan mengingat sulitnya menangani FABA yang tercecer," kata Kepala Bidang (Kabid) Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan (P2KL) DLH KBB Idad Saadudin saat dikonfirmasi, Jumat 25 Oktober 2024.

Idad menyebut, langkah solidifikasi itu dilakukan setelah pihaknya melakukan konsultasi dan penelusuran literasi. Sehingga,  pihaknya mengambil langkah dengan cara menutup limbah batu bara tersebut dengan material semen hingga terjadi pengerasan.

Menurutnya, penanganan tersebut diambil agar material FABA tak ke mana-mana mencemari lingkungan serta menebar polusi udara.

"Jadi kemarin laporan pertemuan lanjutan antara Pejabat Pengawas LH dengan warga terdampak dan unsur kewilayahan agar segera menangani limbah batu bara melalui solidifikasi sebagai pemulihan dengan tujuan untuk meminimasi dampak pencemaran. Karena kalau diangkut cukup sulit dan berbiaya tinggi," jelas Idad.

Berdasarkan hasil pengecekan DLH KBB, kata Idad, limbah batu bara yang memenuhi Jalan Irigasi tersebar di beberapa titik dengan estimasi jumlah volume tumpukan mencapai 10 meter kubik.

Tak cuma itu, limbah tersebut ternyata telah dibuang ke lokasi itu selama dua bulan terakhir dan baru dilaporkan oleh masyarakat beberapa hari lalu.

"Karena jumlahnya banyak, tahap pertama kita berencana melakukan solidifikasi jalan terdampak limbah sepanjang 305 meter," ujarnya.

"Rencananya langkah penanggulangan ini, mudah-mudahan ada yang bantu pembiayaanya," sambungnya.

Selain solidifikasi, lanjut Idad, DLH KBB juga telah berkoordinasi dengan unsur kewilayahan dan masyarakat setempat agar melaporkan kondisi kesehatannya ke Dinas Kesehatan (Dinkes) KBB dan puskesmas terdekat. Khususnya bagi masyarakat sekitar lokasi terdampak.

Menurutnya, hal tersebut perlu dilakukan agar jika ada warga yang terpapar dampak limbah batu bara tersebut bisa segera mendapatkan penanganan.

"Selain itu, kami juga akan lakukan uji baku mutu kualitas air sumur terdekat, antisipasi adanya pencemaran air," kata Idad.


Editor : Doni Ramdhani