Tangani TPT Ambrol di Sasak Golkar Melong, Pemkot Cimahi Turunkan Ekskavator

Tangani TPT Ambrol di Sasak Golkar Melong, Pemkot Cimahi Turunkan Ekskavator
Tak hanya melihat kondisi TPT ambrol di Sasak Golkar Melong, Adhitia juga meninjau bangunan gudang rongsokan yang hampir ambruk lantaran tergerus derasnya banjir di kawasan tersebut. (agus satia negara)

INILAHKORAN, Cimahi - Wakil Wali Kota Cimahi Adhitia Yudhistira meninjau langsung lokasi tembok penahan tanah TPT ambrol di Sasak Golkar Melong, Kecamatan Cimahi Selatan, Kota Cimahi, Minggu 16 Maret 2025.

Tak hanya melihat kondisi TPT ambrol di Sasak Golkar Melong, Adhitia juga meninjau bangunan gudang rongsokan yang hampir ambruk lantaran tergerus derasnya banjir di kawasan tersebut.

Pantauan di lokasi TPT ambrol di Sasak Golkar Melong, orang nomor dua di Kota Cimahi itu menyempatkan untuk menyambangi sejumlah rumah warga yang terdampak banjir pada Sabtu 15 Maret 2025.

"Fokus kita hari ini menangani warga yang terdampak banjir. Ada lansia yang usianya 83 tahun yang tinggal sendirian, ini kita tanggulangi dulu jangan sampai ditinggal karena area sekitarnya masih licin," kata Adhitia di lokasi.

Selain itu, Adhitia juta mendapati sejumlah ibu hamil yang dikhawatirkan terjatuh lantaran kondisi jalan yang licin imbas dari material lumpur saat banjir terjadi.

Bahkan, sambung dia, ada juga ibu hamil yang berusia di atas 40 tahun yang mesti diprioritaskan.

"Itu kan berisiko, jangan sampai nanti terjatuh," ucapnya.

Sementara untuk penanganan TPT yang ambrol, jelas Adhitia,  pihaknya berencana menurunkan ekskavator untuk mengeruk material TPT agar tidak menyumbat aliran air.

"Andai kata terjadi hujan yang besar lagi, air tidak meluap. Itu salah solusi penanggulangan banjir di sana (Sasak Golkar Melong) agar tidak parah," jelasnya.

Sementara itu, Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD Kota Cimahi Fithriandy Kurniawan mengatakan kawasan RW 02 Kelurahan Melong ini menjadi langganan banjir saat hujan deras dengan intensitas lama mengguyur wilayah tersebut.

"Kita akui ada beberapa sarana prasarana kota yang tidak berfungsi lagi dengan baik. Sehingga, harus dilakukan perbaikan-perbaikan, termasuk pembuatan saluran air baru," kata Fithriandy.

Fithriandy menyebut, terdapat 500 kepala keluarga (KK) terdiri dari 1500 jiwa terdampak banjir yang terjadi pada Sabtu 15 Maret 2025.

"Angka tersebut terdiri dari 43 lansia, dewasa 1.140 orang, anak di atas 5 tahun 292 orang dan balita 25," sebutnya.

Meski begitu, pihaknya sudah menurunkan logistik bagi para korban terdampak. Di dalamnya ada sandang, pangan, termasuk balita kit dan diapers, serta pampers bagi lansia dan balita.

"Kita sudah drop logistik bagi lansia dan balita khususnya. Kita belum perlu untuk mendirikan dapur umum karena masyarakat masih beraktivitas di sekitar rumah," ujarnya.

"Baik untuk rumah dan untuk kebersihan hingga perdapuran masih bisa dilakukan masyarakat secara internal," sambungnya.

Fithriandy menambahkan, untuk dampak kerusakan akibat banjir tersebut masih masuk dalam kategori sedang, bahkan bisa disebut kategori ringan.

"Karena dampaknya adalah kotoran, marerial air banjir yang membawa lumpur. Sementara kalau untuk TPT kerusakannya masuk kategori berat," tandasnya.


Editor : Doni Ramdhani