Tanggapi Kasus Gagal Ginjal Akut Pada Anak, Uu Curigai Hal Ini...

Menyeruaknya kasus kejadian gagal ginjal akut pada anak, hingga menimbulkan korban jiwa baru-baru ini diyakini Wakil Gubernur Provinsi Jawa Barat Uu Ruzhanul Ulum bukan hanya karena disebabkan oleh kandungan etilen glikol (EG), yang melebihi ambang batas aman pada obat sirup penurun panas.

Tanggapi Kasus Gagal Ginjal Akut Pada Anak, Uu Curigai Hal Ini...

INILAHKORAN, Bandung – Menyeruaknya kasus kejadian gagal ginjal akut pada anak, hingga menimbulkan korban jiwa baru-baru ini diyakini Wakil Gubernur Provinsi Jawa Barat Uu Ruzhanul Ulum bukan hanya karena disebabkan oleh kandungan etilen glikol (EG), yang melebihi ambang batas aman pada obat sirup penurun panas.

Pak Uu –sapaan Uu Ruzhanul Ulum mensinyalir, makanan dan minuman yang kerap menjadi jajanan anak di luar rumah bisa saja jadi faktor utama penyebab kasus gagal ginjal akut pada anak. Sebab tidak ada kontrol, terhadap pemakaian kualitas atau bahan baku dalam membuat panganan yang dijajakan pedagang.

Guna meminimalisir bertambahnya korban, dia mengaku Pemprov Jabar saat ini sedang melakukan tindakan untuk mengantisipasinya. Salah satunya dengan memberikan sosialisasi secara massif kepada masyarakat, agar tidak ada lagi korban jiwa dari anak.

“Pemprov Jabar adalah perpanjangan pemerintah pusat, terutama dalam masalah pembangunan, pemerintahan dan kemasyarakatan. Disini banyak berita yang menyatakan bahwa anak gagal ginjal gara-gara obat flu. Pemprov Jabar sekarang sedang membuat gerakan-gerakan untuk mengantisipasinya, antara lain memberikan kepada masyarakat karena gagal ginjal yang terjadi sekarang ini kemungkinan bukan hanya penyebab itu saja,” ujarnya, Selasa (1/11/2022).

“Tapi ada obat lain atau makanan lain yang biasa dimakan oleh anak yang kurang bersih. Mohon maaf, jajan di sekolah karena pedagang ingin bati-nya (untung) banyak, kemudian pakai bahan kimia seperti itu. Ini semua sedang diantisipasi sesuai arahan pemerintah,” lanjutnya.

Pak Uu menghimbau kepada masyarakat untuk tetap tenang dan janga risau, akan persoalan tersebut karena pemerintah tengah berupaya mencari tahu penyebab dan solusinya. Serta penanganannya, agar tidak ada korban jiwa lagi pada anak yang disebabkan oleh kasus gagal ginjal akut.

“Jadi masyarakat jangan galau, masyarakat jangan resah dan jangan selalu menyalahkan pemerintah. Pemerintah ini tidak ada keputusan untuk menyengsarakan, itu tidak ada. Pemerintah itu buat kemaslahatan, perbaikan. Adapun kesalahan-kesalahan, mari kita perbaiki dan berikan masukan. Jangan sedikit-sedikit disalahkan. Bukan kami tidak mau disalahkan, tapi mari kita bekerjasama dalam memikirkan, menyelesaikan ini,” ucapnya.

Selain itu, dia juga mendorong kepada masyarakat untuk segera melapor kepada pihak terkait bila ditemukan masih ada pihak menjual obat-obatan yang dilarang atau ditarik peredarannya dari pasaran. Ini dilakukan untuk mencegah, supaya tidak dikonsumsi hingga keluarnya edaran baru terkait penggunaan obat-obatan tersebut oleh BPOM, mengantisipasi adanya korban tambahan di Jawa Barat.

“Saya sekarang sedang melihat kondisinya, tapi sudah ada keputusan untuk tidak diedarkan, tidak dibuat dan tidak konsumsi. Seandainya masih ada yang melanggar, nanti ada aparat. Tidak menutup kemungkinan, kalau masih banyak laporan karena ada masyarakat yang menjual karena tanggu membeli, tidak mau rugi atau lainnya. Kalau itu merusak, tidak menutup kemungkinan akan saya sidak bersama aparat. Saya minta, seminggu dari sekarang kalau ada informasi apakah masih ada peredaran, tolong diberitahu karena masyarakat terkadang lebih tahu,” tandasnya. (Yuliantono)


Editor : Ahmad Sayuti