Tekan Angka Pengangguran, Pemkab Bandung Gelar Pendidikan dan Pelatihan Bidang Kejuruan Garmen

Dinas Ketenagakerjaan menggelar kegiata  pendidikan dan pelatihan bidang kejuruan garmen yang diikuti 100 orang peserta,Rabu 17 Juli 2024.

Tekan Angka Pengangguran, Pemkab Bandung Gelar Pendidikan dan Pelatihan Bidang Kejuruan Garmen
Dinas Ketenagakerjaan menggelar kegiata  pendidikan dan pelatihan bidang kejuruan garmen yang diikuti 100 orang peserta,Rabu 17 Juli 2024./Dani Rahmat Nugraha

INILAHKORAN,Soreang- Dinas Ketenagakerjaan menggelar kegiata  pendidikan dan pelatihan bidang kejuruan Garmen yang diikuti 100 orang peserta,Rabu 17 Juli 2024.

Bupati Bandung Dadang Supriatna melalui Kepala Dinas Ketenagakerjaan Kabupaten Bandung, Rukmana saat membuka giat pendidikan dan pelatihan memberikan dukungan dan motivasi kepada para peserta untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia, khususnya pada bidang Garmen tersebut. Kata dia, pelaksanaan pendidikan dan pelatihan selama 30 hari.

"Selanjutnya, mereka mengikuti uji kompetensi dan mengikuti pemagangan di perusahaan industri Garmen selama 25 hari," kata Rukmana.

Pelaksanaan pendidikan dan pelatihan ini pula, lanjut Rukmana, Dinas Ketenagakerjaan bekerjasama dengan lima Lembaga pendidikan Kerja (LPK) swasta yang ada di Kabupaten Bandung. 

"Lima LPK itu mengikutsertakan 100 peserta dan masing-masing LPK 20 peserta untuk mengikuti pendidikan dan pelatihan Garmen atau jahit yang dipersiapkan untuk menjadi tenaga kerja yang ahli di bidangnya," ujarnya.

Dikatakannya,  pendidikan dan pelatihan itu dalam upaya melakukan langkah-langkah ikhtiar dan menindaklanjuti kebijakan Bupati Bandung Dadang Supriatna, yaitu mengurangi angka pengangguran di Kabupaten Bandung. 

"Selain itu untuk memberikan kesempatan bekerja kepada generasi muda yang siap kerja dan memiliki keahlian di bidang tekstil dan Garmen yang saat ini Kabupaten Bandung maupun Indonesia menjadi pasar potensial produk-produk tersebut," ujarnya.

Dijelaskan Rukmana tujuan dilaksanakan pendidikan dan pelatihan itu adalah untuk membekali para pencari kerja di Kabupaten Bandung, agar mereka mempunyai kompetensi di bidangnya atau keahliannya masing-masing.

"Kebetulan saat ini adalah untuk keahlian Garmen dan jahit. Setelah dilatih selama 30 hari, kita juga melakukan uji kompetensi yang dilakukan oleh LSP (Lembaga Sertifikasi Profesi) yang punya legitimasi dari BNSP (Badan Nasional Sertifikasi Profesi). Yang lulus mendapatkan sertifikat kompetensi dari BNSP," katanya.

Rukmana melanjutkan 100 orang peserta itu adalah lulusan SMA/SMK dengan usia antara 18 sampai dengan 27 tahun. Ia berharap kepada para pencari kerja harus memiliki kompetensi dan keahlian, selain itu mereka melalui Dinas Ketenagakerjaan mendapatkan pendidikan etika yang baik.

"Bagaimana tentang wawasannya. Mereka juga harus punya wawasan yang luas. Mereka punya sikap dan etika yang baik, karena salah satunya modal dalam bekerja itu, bukan hanya keterampilan saja. Tetapi tata krama juga sangat diperlukan," ujarnya.***


Editor : JakaPermana