Tekan Angka Pengangguran, Tiga Dapur SPPG Milik Sintha Serap Hingga Ratusan Pekerja

Setiap dapur SPPG yang dibangun dengan nilai investasi sekitar Rp2 miliar itu masing-masing mampu menyerap tenaga kerja sebanyak 40-50 pekerja warga sekitar.

Tekan Angka Pengangguran, Tiga Dapur SPPG Milik Sintha Serap Hingga Ratusan Pekerja
Sintha Dec Checawaty menjalankan bisnis dapur SPPG tidak hanya mencari keuntungan semata namun melihat dampak sosialnya. (reza zurifwan)

INILAHKORAN.ID - Saat mendirikan dapur satuan pelayanan pemenuhan gizi (SPPG), Sintha Dec Checawaty memiliki misi mulia. Dapur itu diharapkan bisa menekan angka pengangguran.

Menurutnya, setiap dapur SPPG itu dibangun dengan nilai investasi sekitar Rp2 miliar. Masing-masing SPPG itu mampu menyerap tenaga kerja sebanyak 40-50 pekerja. Sebagian besar merupakan perempuan dan warga sekitar.

Dia menjelaskan, kehadiran dapur SPPG pun menjadi asa baru masyarakat. Apalagi angka pengangguran dan pemutusan hubungan kerja (PHK) di Kabupaten Bogor selama beberapa tahun terakhir terus meningkat.

"Adanya dapur SPPG bukan hanya untuk memenuhi kebutuhan MBG (makanan bergizi gratis) saja yang ditunggu masyarakat, tetapi juga lapangan kerjanya. Program pemerintah pusat ini sangat bagus dan di Kabupaten Bogor telah mengurangi angka pengangguran," kata Sintha Selasa, (21/4/2026).

Ketua Kadin Kabupaten Bogor itu mengaku ada kepuasan yang berbeda yang dialami saat berusaha di bidang insfrastruktur dengan dapur SPPG.

Apalagi, dalam menjalankan program MBG itu dia tidak hanya mencari keuntungan semata namun melihat dampak bisnis dari sisi sosial.

"Waktu saya usaha di bidang insfrastruktur, mindset-nya mencari keuntungan secara maksimal. Kalau usaha di program MBG, saya tidak mencari keuntungan sebanyak-banyaknya tetapi mementingkan sisi kemanusiaan," terangnya.

Dia berharap, ke depan program MBG semakin baik pelaksanaannya hingga tidak ada lagi nada-nada sumir di tengah masyarakat, terutama di media sosia.

Sintha pun mengajak pemilik maupun pengelola dapur SPPG lainnya, untuk menghasilkan MBG yang terbaik, baik dari sisi gizi maupun keberagaman menu.

"Menu MBG ini harus variatif dan gizinya memenuhi standar, setiap hari saya menerima masukan dari siswa atau masyarakat penerima manfaat. Menu-menu kami pun kini menjadi percontohan dapur SPPG lainnya, dan kami secara terbuka membagikan jenis atau ragam menu MBG," jelasnya.


Editor : Doni Ramdhani