Telkom University Tercoreng Kasus Dugaan Kekerasan Seksual

Kekerasan seksual diduga terjadi di salah satu kampus ternama di Bandung, Telkom University. Kejadian ini bermula dari akun instragam milik United Voice Bandung dan diunggah.

Telkom University Tercoreng Kasus Dugaan Kekerasan Seksual

INILAH, Bandung  - Kekerasan seksual diduga terjadi di salah satu kampus ternama di Bandung, Telkom University. Kejadian ini bermula dari akun instragam milik United Voice Bandung dan diunggah.

Diketahui korban berinisial GS (19) dan pelaku berinisial F (21) yang merupakan senior dari korban. Berawal dari pengembalian sebuah lampu yang digunakan untuk kegiatan kepanitiaan, pelaku menarik simpati korban hingga akhirnya mengajak keluar untuk menonton bioskop bersama.

Saat kejadian, perlakuan pelaku pada saat pertama kali ketemu sangat baik dan jentelmen. Dengan kebiasaan korban yang sangat menghormati orang lain terutama senior.

Alih-alih menonton bioskop, pelaku memaksa korban untuk melakukan hubungan badan, bahkan menyekap korban selama seminggu di kamar kost pelaku.

Akibatnya, korban mengalami Rape Trauma Syndrome, hingga akhirnya melakukan percobaan bunuh diri dan dilarikan ke rumah sakit.

Korban akhirnya berani mengungkap permasalahan tersebut kepada pihak himpunan mahasiswa dengan tindak lanjut berupa sidang yang dihadiri oleh pelaku dan korban.

Hasil sidang pada 10 Desember 2019 ditetapkan bahwa pelaku harus melakukan permintaan maaf secara tebuka melalui media sosialnya.

Namun hingga 29 Desember 2019 pelaku tidak melakukan permintaan maaf di publik. Oleh sebab itu, United Voice Indonesia membawa permasalahan tersebut ke ranah publik agar pihak-pihak yang terlibat mengetahui tuntutan korban.

Direktur Sekertariat Telkom University, Lia Yuldinawati mengatakan saat ini pihaknya sedang menyelidiki pemberitaan yang sedang beredar terkait kronologis dan kebenaran kejadiannya seperti apa.

Dari pemberitaan yang beredar ini melibatkan banyak pihak yang harus dihubungi dan selidiki lebih mendalam.

"Insya allah kami akan segera sampaikan ke rekan-rekan media jika sudah memahami dan mengetahui dengan jelas kebenaran duduk perkaranya. Sejauh ini itu yang saya sampaikan ke temen-temen media, kami sedang menyelidiki dulu pihak pihak terkait. Karena ini libur jadi harus dilakukan pemanggilan kepada semua pihak," ucap Lia melalui pesan elektronik (WhatsApp), pada Senin (30/12/2019). (okky adiana)


Editor : Zulfirman