Tembus 63 Persen, TWGC Lembang Optimistis Okupansi Fully Booked Nataru 2025-2026
Terminal Wisata Grafika Cikole TWGC Lembang menunjukkan tren positif dalam okupansi kamar menjelang libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025-2026.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID - Terminal Wisata Grafika Cikole TWGC Lembang menunjukkan tren positif dalam okupansi kamar menjelang libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025-2026.
Hingga Rabu 17 Desember 2025, okupansi baru mencapai 63 persen namun masih berprogres. Capaian angka TWGC Lembang itu jauh lebih tinggi dibandingkan tahun lalu yang hanya menutup di 68 persen selama 8 hari libur penuh.
“Masih ada 14 hari lagi, insyaallah akan ada peningkatan besar. Bahkan perkiraan kita bisa penuh 100 persen karena permintaan hari ke hari makin meningkat,” ujar Head Marketing TWGC Lembang Herdiawan Septiazi saat ditemui, Rabu 17 Desember 2025.
"Karena penutupan di tanggal 17 Desember hari ini, booking sudah jauh-jauh hari kita sudah dapat 63 persen untuk okupansi untuk Nataru 2025-2026 ini," sambungnya.
Untuk menarik wisatawan, terang Herdiawan, TWGC Lembang menawarkan konsep acara yang difokuskan pada keluarga, dengan menonjolkan parade
“Hutan Mycelia dan kado spesial gift dari Santa Claus. Kita sasar anak dulu, kalau anak minat, orangtuanya pasti ikut kesini,” jelasnya.
Parade kostum Hutan Mycelia ini menceritakan tentang peradaban jamur dan akan diadakan pada tanggal 20, 21, 24-28 Desember, serta 31 Desember 2025 hingga 4 Januari 2025
Selain itu, setiap tamu yang menginap pada 24-31 Desember akan mendapatkan kado random yang dikirimkan langsung ke kamar oleh Santa Claus malam hari.
“Kita juga memperindah ambience di hutan Mycelia dan restoran agar suasana libur terasa lebih meriah,” tambahnya.
Herdiawan menyebut, TWGC menerapkan sistem harga flat agar lebih menarik. Untuk periode 24-30 Desember, harga kamar tetap Rp2 juta, baik untuk kapasitas 4 maupun 6 orang.
Namun, harga naik sedikit menjadi Rp2,2 juta hanya untuk malam Tahun Baru (31 Desember).
“Promo ini sudah kita keluarkan 2 bulan lalu, disebarkan via medsos dan 5 stasiun radio di November,” ungkapnya.
Penjualan kamar juga dibantu online travel agent (OTA), di mana TWGC membuka 4 kamar per hari. Selain itu, maraknya konten organik dari wisatawan di TikTok yang membagikan pengalaman dan nilai harga juga meningkatkan traffic ke destinasi ini.
“Banyak wisatawan yang membuat konten sendiri, bahkan ada yang dapat fee ketika orang lain check out melalui link mereka,” katanya.
Sampai saat ini, lanjut Herdiawan, wisatawan di bulan Desember sebagian besar berasal dari Jawa Tengah, namun dalam satu minggu terakhir mulai bergeser ke Jabodetabek seiring liburan sekolah.
Dari 63 persen okupansi saat ini, sebagian besar berasal dari Jabodetabek, termasuk satu grup besar yang dibawa oleh event organizer.
“Kita juga punya satu keluarga dari Kalimantan yang pesan tiga kamar untuk tanggal 24 Desember 2025,” ujarnya.
Kamar untuk tanggal 24-26 Desember sudah diprediksi penuh, sementara 29-31 Desember masih tersedia namun diantisipasi cepat terisi.
Dukungan tambahan juga datang dari 6 trip retreat dari Perumda Bogor, masing-masing dengan 100 orang yang menginap 2 malam.
“Tahun lalu hanya 68 persen okupansi, tapi tahun ini kita sangat optimis bisa capai 100 persen karena permintaan yang terus meningkat,” tandasnya.
Editor : Doni Ramdhani
