Soal Aktivitas Sesar Lembang, Pengelola TWGC Lembang Terapkan Mitigasi Bencana dengan Skema ini
Pengelola Terminal Wisata Grafika Wisata Cikole (TWGC) Lembang, Kabupaten Bandung Barat (KBB) memastikan aktivitas Sesar Lembang yang belakangan terjadi tak mempengaruhi tingkat kunjungan wisatawan
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Ngamprah - Pengelola Terminal Wisata Grafika Wisata Cikole (TWGC) Lembang, Kabupaten Bandung Barat (KBB) memastikan aktivitas sesar lembang yang belakangan terjadi tak mempengaruhi tingkat kunjungan wisatawan.
Kendati begitu, pihaknya sempat ditanyai sejumlah pengunjung yang datang ke TWGC terkait kondisi terkini Cikole dan Lembang menyusul adanya aktivitas seismik yang dipicu Sesar Lembang.
"Sejauh ini belum ada cancel terhadap reservasi, cuma ada beberapa pengunjung menanyakan kondisi trkini Cikole dan Lembang," kata General Manager Terminal Wisata Grafika Cikole (TWGC) Lembang, Sapto Wahyudi saat dihubungi, Selasa 26 Agustus 2025.
Namun, lanjut Sapto, pihaknya mengimbau para pengunjung untuk tidak perlu khawatir lantaran pihaknya sudah menerapkan sistem mitigasi bencana yang tak hanya berfokus pada Sesar Lembang, melainkan secara keseluruhan.
"Sistem mitigasi bencana di TWGC ini mencakup keseluruhan mengingat objek wisata ini berada di kawasan Gunung Tangkuban Parahu," ujarnya.
"Selain itu kami juga memiliki wilayah kerjasama bersama Perhutani (Kawasan Hutan)," sambungnya.
Lebih lanjut Sapto menerangkan, sistem mitigasi bencana di TWGC ini cukup terorganisir. Sebab, mulai dari struktur hingga perangkat kelengkapan sudah ada sampai ke bawah.
"Termasuk kita juga sudah berkoordinasi dengan aparat wilayah, seperti Brimob, Dodik Belanegara dan Pemerintah Desa Cikole," sebutnya.
Sementara di kawasan TWGC, telah disiapkan rute evakuasi sampai area titik kumpul. Bahkan, para staf dan petugas TWGC sudah mendapatkan pelatihan mitigasi bencana yang diadakan Pemda dan Kementerian terkait lebih dari setahun lalu.
"Setiap pagi saat morning briefing di kami selalu ada notice tentang kedaruratan. Para pengunjung juga kita berikan safety briefing tentang prosedur dan jalur evakuasi," bebernya.
"Jadi tidak perlu panik dan jangan mudah termakan isu hoaks tentang Sesar Lembang. Pastikan informasinya dari sumber terpercaya dan selalu ikuti imbauan petugas di lapangan jika ada kedaruratan," ujarnya.
Ditanya terkait apakah ada sosialisasi yang dilakukan Pemda soal Sesar Lembang, Sapto menyebut, pernah dilakukan, namun untuk saat ini belum ada informasi terbaru berkaitan dengan aktivitas Sesar Lembang.
"Dulu pernah dilakukan, hanya untk saat ini (informasi sesar lembang meningkat), kami belum mendapatkan sosialisasi dari Pemda," tandasnya.
Diketahui, Sesar Lembang terdeteksi mengalami peningkatan aktivitas hingga menimbulkan rentetan aktivitas seismik. Di pertengahan Agustus 2025, gempa akibat Sesar Lembang terjadi sebanyak tiga kali dalam sepekan.
Tiga gempa magnitudo rendah itu terjadi pada Kamis 14 Agustus 202 dengan M 1,8, lalu kembali terjadi pada Selasa 19 Agustus 2025 dengan M 2,3 dan Rabu 20 Agustus 2025 dengan M 1,7.*** (agus satia negara)
Editor : Ahmad Sayuti
