Terapis Pijat Disabillitas Netra Dapat Bantuan Semabko dari Ridwan Kamil

mengandalakan hidup menjadi terapit piiat para disabilitas netra mendapatkan bantuan berupa paket sembako dari Ridwan Kamil melalui JQR

Terapis  Pijat Disabillitas Netra Dapat Bantuan Semabko dari Ridwan Kamil
Para penyandang disabilitas netra mendaptkan bantuan paket sembako dari Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil melalui JQR.

 

INILAHKORAN, Bandung - Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil memberikan bantuan untuk disabilitas netra yang bertahan hidup dengan bekerja sebagai tukang pijat di masa Pandemi Covid-19.

Bantuan terhadap disabiitas netra dari Ridwan Kamil tersebut disalurkan melalui Jabar Quick Response (JQR) kepada anggota Komunitas Terapis Disabilitas Netra (KTDN).

Manager Operasional JQR Nizar Ilyasa mengatakan terdapat 180 paket sembako bantuan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil yang disalurkan kepada KTDN. Bantuan itu sebagai bekal untuk beraktifitas di bulan suci Ramadan 1443H.

Baca Juga: Terbaru! Manajer Binomo Ditetapkan Jadi Tersangka

“Memang dampak pandemi dirasakan semua pihak, terlebih saudara kita para disabilitas netra ujiannya tentu lebih berat,” ujar Nizar.

Nizar menjelaskan, JQR mendapatkan laporan dari komunitas Gojek on Twitter Bandung terkait kondisi disabilitas netra yang membutuhkan bantuan. Laporan tersebut segera direspons dalam waktu kurang dari 24 jam.

“Kami mendapat laporan dari Kang agus Gojek on Twitter Bandung prihal kebutuhan bantuan untuk netra yang tergabung di KTDN, kita bersama ke lokasi untuk menyalurkan bantuan,”ujarnya.

Baca Juga: Resep Takjil Ramadhan Es Cincau Kelapa Muda, Mudah dan Murah Meriah Bund

Kordinator KTDN Abdul Halim berterimakasih atas bantuan dari Gubernur Jawa Barat melalui JQR. KTDN menjadi penghubung bagi terapis netra di Kota Bandung. “Tidak enak rasanya jika yang mendapat hanya saya, agar semua kebagian, karena kita hampir semua saling mengenal,” ucapnya.

Sebelum pandemi, usaha pijat yang dilakoninya cukup untuk memenuhi kebutuhan kesehariannya. Namun, ketika pandemi pendapatannya turun karena pembatasan mobilisasi dan ketakutan terinfeksi virus.

“Di masa pandemi ini pijat menurun drastic, sepi. Banyak juga yang beralih menjadi pedagang kerupuk keliling di pinggir jalan," kata dia.

Baca Juga: 3 Rekomendasi Tempat Berbuka Puasa Bareng Teman, Sekaligus Healing!

Kata dia, KTDN berdiri atas dasar solidaritas sesama disabilitas netra ketika Pandemi Covid-19 dan saat ini beranggotakan 91 orang. Aktivitasnya adalah saling mendukung dalam upaya pemenuhan kebutuhan ekonomi juga melaksanakan kegiatan pengajian rutin. (riantonurdiansyah)

 


Editor : inilahkoran