Terapkan Sistem Domisli, SPMB 2025/2026 Dimulai 23 Juni

Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan memastikan, pelaksanaan sistem penerimaan nurid baru (SPMB) tahun ajaran 2025/2026 akan berlangsung lancar dan transparan.

Terapkan Sistem Domisli, SPMB 2025/2026 Dimulai 23 Juni
Wali Kota Bandung M Farha

INILAHKORAN, Bandung - Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan memastikan, pelaksanaan sistem penerimaan nurid baru (SPMB) tahun ajaran 2025/2026 akan berlangsung lancar dan transparan.

Ia menegaskan, bahwa sistem yang digunakan masih mengacu pada mekanisme sebelumnya yang sudah terbukti efektif dengan perubahan utama pada sistem seleksi dari zonasi ke domisili.

“Sistem ini tidak banyak berubah karena sejak lama kita sudah menggunakan mekanisme yang kini jadi rujukan nasional,” kata Farhan, Kamis 8 Mei 2025.

Dijelaskannya, perubahan signifikan terjadi pada sistem seleksi berbasis jarak domisili. Di jenjang SD, seleksi berdasarkan domisili dalam radius maksimal 1000 meter dari sekolah.

Sedangkan untuk SMP maksimal 3000 meter. Artinya dituturkan ia, calon siswa tetap bisa mendaftar meskipun berada di luar wilayah administrasi sekolah, selama jarak domisili memenuhi kriteria.

"Terkait jalur pendaftaran, Pemkot Bandung menetapkan pembagian kuota. Untuk SD domisili (80 persen), afirmasi (15 persen) dan mutasi (lima persen)," ucapnya.

Sementara jalur afirmasi terbagi dua kategori, yaitu rawan melanjutkan pendidikan (RMP) bagi siswa dari keluarga kurang mampu dan murid berkebutuhan khusus (MBK).

Pihaknya juga menegaskan bahwa jalur mutasi hanya berlaku untuk perpindahan keluarga utuh yang sudah tercatat sebelum 23 Juni 2024. "Harus satu keluarga, bukan hanya anaknya saja," ujar dia.

Farhan menambahkan, proses pendaftaran dilakukan sepenuhnya secara daring melalui laman resmi spmb.bandung.go.id, mulai 23 hingga 27 Juni 2025

"Untuk jalur prestasi, tes terstandar daerah akan dilaksanakan pada 30 Juni sampai 4 Juli dengan pengumuman hasil pada 7 Juli 2025," jelasnya.

Guna menjamin transparansi dan akuntabilitas, Pemkot Bandung akan menggandeng DPRD, inspektorat dan aparat penegak hukum. “Check and balances akan dijalankan bersama, untuk memastikan tak ada penyimpangan,” ujar dia.

Ia juga mengimbau, para orang tua untuk memahami seluruh mekanisme SPMB dan tidak hanya mengejar sekolah unggulan. “Semua sekolah negeri di Bandung sudah memenuhi standar kualitas, dan layak mendidik anak-anak kita,” tandasnya. ***


Editor : Ahmad Sayuti