Tim Tiga Singa Terlalu Perkasa

Tim Tiga Singa Terlalu Perkasa
Net

BERTANDANG ke markas lawan biasanya menjadi ujian yang menegangkan. Namun, apa yang dilakukan Timnas Inggris di HNK Rijeka Stadium, Minggu (4/10) dini hari WIB, justru terlihat seperti sebuah sesi latihan tingkat tinggi.

Oleh: Bsafaat

Tanpa belas kasihan, The Three Lions memberondong gawang Kroasia dengan tujuh gol tanpa balas.Hasil ini bukan sekadar kemenangan biasa. Ini adalah rekor kemenangan terbesar Inggris atas tim peringkat 50 besar dunia, sekaligus mencatatkan sejarah kelam sebagai kekalahan terbesar yang pernah dialami Kroasia di kandang sendiri.

Keran gol Inggris dibuka begitu deras.

Harry Kane dan Bukayo Saka tampil tajam dengan masing-masing menyumbang dua gol.

Sementara itu, Jude Bellingham, Anthony Gordon, dan pemain pengganti Morgan Rogers melengkapi malam magis tersebut lewat satu gol dari kaki masing-masing.

Dominasi anak-anak asuh Thomas Tuchel begitu nyata di atas lapangan, bahkan catatan nilai perkiraan gol (xG) mereka menyentuh angka 6,43.

Hebatnya lagi, Inggris tidak hanya beringas saat menyerang. Lini belakang mereka mengontrol jalannya laga dengan sangat disiplin.

Luka Modric dan kawan-kawan dibuat tak berkutik, diredam sedemikian rupa hingga Kroasia hanya diberi satu kesempatan saja untuk melepaskan tembakan tepat sasaran sepanjang pertandingan.

Selepas pertandingan, Thomas Tuchel tak bisa menyembunyikan rasa kagumnya kepada para pemain. Di hadapan awak media, ia memuji habis-habisan etos kerja dan konsentrasi timnya yang dinilai tampil di level tertinggi, dari menit pertama hingga peluit panjang berbunyi.

“Dari awal sampai akhir, baik yang main sejak menit pertama maupun yang masuk dari bangku cadangan, semuanya luar biasa. Selamat untuk tim ini,” ujar Tuchel kepada ITV, dikutip dari BBC.

Pelatih asal Jerman itu bahkan menceritakan bagaimana ia menikmati jalannya pertandingan dari pinggir lapangan.

Permainan yang mengalir deras membuatnya sempat kehilangan jejak waktu.

“Performa tandang ini benar-benar mengesankan.

Permainan kami mengalir begitu saja, terutama di 40 menit awal. Saya ingat sempat melirik jam dan membatin, ‘Wah, tiga menit yang bagus,’ lalu melihat jam lagi dan ternyata sudah berjalan tujuh menit,” cerita Tuchel sambil tersenyum.

Bagi Tuchel, kunci kemenangan telak ini terletak pada konsistensi tempo, ketajaman penyelesaian akhir, serta kerendahan hati para pemain untuk terus merebut bola dan bertahan dengan gigih.

Ia menegaskan bahwa ketika hal-hal mendasar dalam sepak bola dijalankan dengan benar dan sikap yang tepat, hasil indah seperti inilah yang akan datang dengan sendirinya. (bsf)


Editor : Inilahkoran